ALFARUQ, ABID (2026) Identifikasi dan Prevalensi Cacing Gastrointestinal pada Itik Domestik (Anas Platyrhynchos Domesticus) di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros = Identification and Prevalence of Gastrointestinal Helminths in Domestic Ducks (Anas platyrhynchos domesticus) in Allepolea Village, Lau District, Maros Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C031221010-McxEpWhL9Hros5wg-20260519183752.jpeg
Download (169kB)
C031221010-1-2.pdf
Download (388kB)
C031221010-dp.pdf
Download (212kB)
C031221010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 September 2028.
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Itik domestik (Anas platyrhynchos domesticus) merupakan salah satu komoditas unggas yang berperan penting sebagai sumber protein hewani di Indonesia, terutama di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peningkatan populasi itik sejalan dengan meningkatnya permintaan telur dan daging, namun perkembangan usaha peternakan itik masih menghadapi kendala, salah satunya infeksi cacing gastrointestinal. Infeksi cacing gastrointestinal dapat menurunkan produktivitas melalui gangguan pertumbuhan, efisiensi pakan, serta produksi telur dan daging. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing gastrointestinal dan menghitung prevalensi infeksi cacing gastrointestinal pada itik domestik di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada September– Desember 2025 di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros dengan teknik proportionate random sampling. Sampel berupa feses segar dikumpulkan dan diperiksa di Laboratorium Integrasi Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin menggunakan metode natif, metode sedimentasi, dan metode apung, kemudian diidentifikasi secara mikroskopis. Hasil. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 50 dari 77 sampel positif terinfeksi cacing gastrointestinal dengan prevalensi sebesar 64,94% (kategori sangat sering). Spesies yang diidentifikasi berturut-turut dari prevalensi tertinggi hingga terendah adalah Echinostoma sp. (38,96%), Capillaria sp. (24,68%), dan Ascaridia galli (11,69%).. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara umur dan kejadian infeksi cacing gastrointestinal (p = 0,000; p < 0,05). Kesimpulan. Prevalensi infeksi cacing gastrointestinal pada itik domestik di wilayah penelitian tergolong tinggi, dengan spesies yang ditemukan yaitu Echinostoma sp., Capillaria sp., dan A. galli.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: cacing gastrointestinal, faktor risiko, itik domestik, identifikasi, Maros, prevalensi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 06:53 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 06:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57767 |
