AULIYAH ALAM, ANDI RIFDAH (2026) Analisis Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Menggunakan Model Ambiguity-Conflict: Konflik Kebijakan Ruang Laut di Pulau Kodingareng=Analysis of The Ambiguity–Conflict Model on The Coastal Zone and Small Islands Zoning Plan: Marine Policy Conflicts in Kodingareng Island. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B011221102-arQZVM2K6lx90gdX-20260414013039.jpg
Download (1MB)
B011221102-1-2.pdf
Download (357kB)
B011221102-dp.pdf
Download (40kB)
B011221102-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Kebijakan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Sulawesi Selatan menimbulkan konflik serius di Pulau Kodingareng, Makassar akibat tumpang tindih antara wilayah tambang pasir laut dengan area tangkap nelayan. Kondisi ini tidak hanya menurunkan hasil tangkapan ikan dan memperburuk kerentanan sosial-ekonomi rumah tangga nelayan, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian hukum atas perlindungan hak masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini menganalisis implementasi RZWP3K Sulawesi Selatan dengan menilai sejauh mana kebijakan tersebut berdampak terhadap kehidupan sosial-ekonomi nelayan sekaligus menguji efektivitasnya melalui kerangka dari teori Ambiguity-Conflict oleh Richard E. Matland. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatannya yang tidak semata-mata menyoroti praktik penambangan pasir laut, tetapi secara kritis menempatkan kebijakan RZWP3K sebagai objek analisis untuk mengurai kelemahan regulasi sebagai akar konflik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan yuridis-empiris, yang memadukan data lapangan mengenai kondisi sosial-ekonomi masyarakat Pulau Kodingareng dengan studi regulasi dan dokumen kebijakan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa RZWP3K bermasalah dalam aspek penetapan zonasi, implementasi, dan koordinasi antar-aktor, sehingga tingkat ambiguitas tinggi dan intensitas konflik meningkat. Akibatnya, legitimasi kebijakan rendah dan masyarakat pesisir menjadi yang paling dirugikan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi RZWP3K harus diarahkan pada rekonstruksi kebijakan yang lebih responsif, partisipatif, transparan, dan berkeadilan lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: ambiguity-conflict model; kebijakan laut; kebijakan publik, Pulau Kodingareng; RZWP3K. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 06:51 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 06:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57763 |
