KEWAJIBAN NEGARA TERHADAP STAF DIPLOMATIK (ANALISIS KASUS ZETRO LEONARDO PURBA BERDASARKAN KONVENSI WINA)=STATE OBLIGATIONS FOR DIPLOMATIC STAFF (CASE ANALYSIS OF ZETRO LEONARDO PURBA BASED ON THE VIENNA CONVENTION)


HAQIQI, MUHAMMAD ZAMZAM (2026) KEWAJIBAN NEGARA TERHADAP STAF DIPLOMATIK (ANALISIS KASUS ZETRO LEONARDO PURBA BERDASARKAN KONVENSI WINA)=STATE OBLIGATIONS FOR DIPLOMATIC STAFF (CASE ANALYSIS OF ZETRO LEONARDO PURBA BASED ON THE VIENNA CONVENTION). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
B011221065-DJbNthXZj6L0Vum7-20260409154349.jpg

Download (300kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
B011221065-1-2.pdf

Download (343kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
B011221065-dp.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
B011221065-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 April 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

MUHAMMAD ZAMZAM HAQIQI (B011221065). KEWAJIBAN NEGARA TERHADAP STAF DIPLOMATIK (ANALISIS KASUS ZETRO LEONARDO PURBA BERDASARKAN KONVENSI WINA). Dibimbing oleh Prof. Dr. Aidir Amin Daud, S.H., M.H. sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Stabilitas hubungan internasional sangat bergantung pada jaminan keamanan mutlak bagi para perwakilan negara, kendati demikian insiden penembakan Zetro Leonardo Purba di Lima justru menyingkap kerentanan fatal dalam sistem proteksi diplomatik di negara penerima. Tujuan: Studi ini bertujuan menganalisis pemenuhan kewajiban pencegahan dan perlindungan oleh Peru berdasarkan Konvensi Wina 1961 serta mengkaji konstruksi hukum tanggung jawab negara untuk menuntut keadilan. Metode: Menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, analisis difokuskan pada bahan hukum sekunder terkait kewajiban due diligence. Hasil: Peru telah lalai dalam kewajiban internasionalnya karena tidak memberikan perlindungan keamanan khusus bagi diplomat, padahal risiko kekerasan dari kejahatan terorganisir sudah jelas terbukti melalui data statistik dan deklarasi keadaan darurat resmi pemerintah. Kesimpulan: Kegagalan sistemik aparat keamanan setempat membebankan pertanggungjawaban internasional mutlak kepada negara penerima, alhasil penegakan prinsip tersebut menjadi instrumen vital demi memulihkan integritas hukum diplomatik sekaligus mencegah preseden buruk bagi keselamatan korps diplomatik global.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kewajiban Negara, Perlindungan Diplomatik, Konvensi Wina, Tanggung Jawab Negara
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:46
Last Modified: 23 Sep 2026 06:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57762

Actions (login required)

View Item
View Item