PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU ABON IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp,) SEBAGAI INOVASI PANGAN DARURAT = THE EFFECT OF SALT CONCENTRATION AND STORAGE DURATION ON THE QUALITY OF MACKEREL FLOSS (RASTRELLIGER SP,) AS AN EMERGENCY FOOD INNOVATION


ANUGERAH, MUHAMMAD (2026) PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU ABON IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp,) SEBAGAI INOVASI PANGAN DARURAT = THE EFFECT OF SALT CONCENTRATION AND STORAGE DURATION ON THE QUALITY OF MACKEREL FLOSS (RASTRELLIGER SP,) AS AN EMERGENCY FOOD INNOVATION. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
G031221016-2izGUalLwoXQ1Ct7-20260605091942.jpg

Download (370kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G031221016-1-2.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G031221016-dp.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G031221016-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Pangan darurat merupakan jenis pangan siap konsumsi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi korban bencana dengan energi dan nutrisi yang tinggi serta bertahan lama. Salah satu inovasi yang berpotensi dijadikan sebagai produk pangan darurat yaitu ikan kembung asin dengan teknologi pengeringan modern dehidrator dan pengendalian garam untuk mencegah efek buruk terhadap kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan formulasi terbaik produk abon ikan kembung sebagai produk pangan darurat berdasarkan hasil pengamatan masa simpan. Metode: Penelitian menggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu konsentrasi garam dan waktu pengeringan pada tahap I sementara konsentrasi garam dan lama penyimpanan pada tahap II. Produk diamati selama masa simpan dengan parameter uji mikrobiologi (TPC), fisik (warna), kimia (TBA, dan kadar air), serta organoleptik metode hedonik dengan menggunakan panelis tidak terlatih. Hasil: Lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap semua parameter uji. Sementara Interaksi perlakuan berpengaruh signifikan terhadap nilai TPC, TBA, intensitas warna, dan organoleptik. Kesimpulan: Waktu pengeringan terbaik abon ikan kadar air 9% pada konsentrasi garam 0%, 5%, dan 10% berturut-turut, yaitu 3.5 jam, 3 jam, dan 3.5 jam. Perlakuan terbaik berdasarkan konsentrasi garam, yaitu 10%, sementara perlakuan terbaik berdasarkan lama penyimpanan, yaitu 15 hari. Adapun perlakuan terbaik berdasarkan interaksi perlakuan pada konsentrasi garam 0% yaitu selama 15 hari, sementara pada konsentrasi garam 5% selama 30 hari. Adapun pada konsentrasi garam 10% selama 45 hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: dehidrator; ikan kembung; pangan darurat; pengeringan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknologi Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
Depositing User: stfathirah s
Date Deposited: 01 Sep 2026 08:53
Last Modified: 01 Sep 2026 08:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57756

Actions (login required)

View Item
View Item