Status Boron pada Lahan Sawah Tadah Hujan Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros=Status of Boron in Rainfed Lowland Rice Fields in Ampekale Village, Bontoa Subdistrict, Maros Regency


KHAERA, HAZINATUL AMALIA (2026) Status Boron pada Lahan Sawah Tadah Hujan Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros=Status of Boron in Rainfed Lowland Rice Fields in Ampekale Village, Bontoa Subdistrict, Maros Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
G051221033-27vcOHtFg4yZdEVj-20260309124515.jpeg

Download (97kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G051221033-1-2.pdf

Download (329kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G051221033-dp.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
G051221033-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Boron merupakan unsur hara mikro esensial yang berperan dalam pembelahan sel, pembentukan dinding sel, serta perkembangan bunga dan pengisian bulir padi. Namun, ketersediaannya pada lahan sawah tadah hujan cenderung rendah akibat pencucian dan rendahnya bahan organik. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis status ketersediaan boron pada tanah dengan penggunaan lahan sawah tadah hujan dan mengetahui pengaruh sifat kimia tanah (pH, C-Organik, dan KTK) terhadap ketersediaan boron. Metode Sampel tanah diambil secara purposive sampling sebanyak 18 sampel pada kedalaman 0–20 cm. Parameter yang dianalisis meliputi tekstur, pH, C-organik, KTK, dan B-tersedia menggunakan metode ekstraksi Morgan-Wolf dengan reagen curcumin. Hasil. Tanah didominasi tekstur liat dan liat berdebu dengan pH 5,24–6,26. C-organik tergolong sedang hingga rendah, sementara B-tersedia berkisar antara 0,28–0,54 ppm (kategori rendah–sedang). Nilai korelasi menunjukkan pengaruh pH (r = 0,447), C-Organik (r = 0,495), dan KTK (r = 0,611) terhadap B-tersedia, dengan hubungan positif dengan keeratan sedang hingga kuat. Kesimpulan. Status ketersediaan boron (B) pada tanah sawah tadah hujan berada pada kategori rendah yang menunjukkan bahwa lahan tersebut berpotensi mengalami defisiensi boron bagi tanaman. Analisis hubungan sifat kimia tanah menunjukkan bahwa pH, C-Organik, dan KTK memiliki pengaruh berbeda terhadap ketersediaan boron. Pada pH memiliki nilai korelasi r = 0,442, C-Organik memiliki nilai korelasi r = 0,495, dan pada KTK memiliki nilai korelasi r = 0,611

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: B-tersedia; sawah tadah hujan; sifat kimia tanah; Maros
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Sep 2026 05:07
Last Modified: 23 Sep 2026 05:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57732

Actions (login required)

View Item
View Item