Tingkat Salinitas Tanah Sawah Tadah Hujan di Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar=Salinity Level of Rainfed Paddy Fields in Bontomanai Village, Mangarabombang District, Takalar Regency


AMATULLAH, A. AFIFAH AFRAH (2026) Tingkat Salinitas Tanah Sawah Tadah Hujan di Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar=Salinity Level of Rainfed Paddy Fields in Bontomanai Village, Mangarabombang District, Takalar Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
G051211047-NdEz6ikxalhwFB19-20260309135848.jpeg

Download (53kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G051211047-1-2.pdf

Download (692kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G051211047-dp.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
G051211047-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Sawah tadah hujan menempati posisi penting dalam produksi pangan, terutama beras, akan tetapi, biasanya memiliki kesuburan tanah yang terbatas (miskin hara) yang menyebabkan produktivitasnya lebih rendah. Permasalahan pada sawah tadah hujan yang sering kali ditemui adalah salinitas utamanya sawah yang berada di wilayah pesisir. Desa Bontomanai merupakan salah satu desa yang terletak di pesisir Kabupaten Takalar yang lokasinya sangat dekat dengan sungai dan laut. Produksi padi di desa tersebut tergolong rendah, yang dimana untuk luasan 1 hektar hanya mencapai 1-2 ton/hektar. Produksi rendah tersebut diduga disebabkan oleh salinitas.Tujuan. Mengidentifikasi tingkat salinitas tanah pada lahan sawah tadah hujan di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Metode. Penentuan titik sampel dilakukan menggunakan grid kaku pada lahan sawah tadah hujan di Desa Bontomanai. Parameter yang diamati adalah tekstur tanah, pH tanah, Na-dd me/100g, dan salinitas. Hasil. Kategori salinitas yang diperoleh dari sawah tadah hujan di Desa Bontomanai terdiri atas 3 kategori. Kategori tanah non-salin tersebar sebanyak 14 titik yaitu 1 titik di unit lahan 1 (jenis tanah Inceptisol dengan kemiringan lereng 0-3%), 11 titik lainnya di unit lahan 2 (jenis tanah Inceptisol dengan kemiringan lereng 3-8%) dan 2 titik di unit lahan 3 (jenis tanah ultisol dengan kemiringan lereng 3-8%). Kategori tanah salin rendah tersebar di 2 titik di unit lahan 2 (jenis tanah Inceptisol dengan kemiringan lereng 3-8%). Sedangkan, untuk kategori tanah salin sedang teridentifikasi 1 titik di unit lahan 2 (jenis tanah Inceptisol dengan kemiringan lereng 3-8%). Kesimpulan. Tanah non-salin tersebar sebanyak 14 titik dengan luas 721,49 ha, kategori tanah salin ringan tersebar di 2 titik dengan luas 90,50 ha, sedangkan, untuk kategori tanah salin sedang teridentifikasi di 1 titik dengan luas 28 ha.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Desa Bontomanai, Salinitas, Sawah Tadah Hujan
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 22 Sep 2026 08:55
Last Modified: 22 Sep 2026 08:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57710

Actions (login required)

View Item
View Item