Studi In Vitro Perbandingan Dextrosa 1%, 5%, 10%, 12.5% sebagai Agen Proloterapi terhadap Sel PC12 Neuron = In Vitro Study of Dextrose 1%,5%,10%,and 12.5% as a Proloterapi Agent: A Comparative Analysis on PC12 Neuron Cells


HUSODO, DEWI PUSPITORINI (2026) Studi In Vitro Perbandingan Dextrosa 1%, 5%, 10%, 12.5% sebagai Agen Proloterapi terhadap Sel PC12 Neuron = In Vitro Study of Dextrose 1%,5%,10%,and 12.5% as a Proloterapi Agent: A Comparative Analysis on PC12 Neuron Cells. Sp thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C018231002-WtJ7F1ECd6sHYrAG-20260515002622.jpg

Download (209kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C018231002-1-2.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C018231002-dp.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
C018231002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Nyeri neuropatik merupakan kondisi klinis yang kompleks akibat kerusakan atau disfungsi sistem saraf, yang seringkali sulit ditangani dan berkaitan dengan gangguan regenerasi neuron. Salah satu pendekatan terapi regeneratif yang berkembang adalah proloterapi menggunakan dekstrosa, namun konsentrasi optimal yang efektif dan aman masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dekstrosa terhadap viabilitas, proliferasi, migrasi, dan diferensiasi sel PC12 sebagai model regenerasi neuron. Penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan post-test only control group dilakukan menggunakan sel PC12 yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan dekstrosa 1%, 5%, 10%, dan 12,5%. Parameter yang dianalisis meliputi viabilitas (Trypan Blue), proliferasi (MTT assay), migrasi (wound healing assay), serta ekspresi βIII-tubulin dan p-ERK (ELISA). Analisis statistik menggunakan ANOVA dan uji Tukey (p<0,05). Hasil menunjukkan efek biologis non-linear (hormesis) yang bergantung pada konsentrasi dan durasi paparan. Konsentrasi 5% memberikan hasil optimal dengan peningkatan proliferasi, migrasi, dan ekspresi βIII-tubulin, terutama pada 60 menit. Konsentrasi ≥10% dan paparan lama cenderung bersifat inhibisi atau sitotoksik. Disimpulkan bahwa dekstrosa 5% memberikan keseimbangan terbaik antara proliferasi, migrasi, dan diferensiasi sel PC12, sehingga berpotensi sebagai konsentrasi optimal dalam terapi regeneratif pada nyeri neuropatik.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Proloterapi Dekstrosa; Diferensiasi Neuronal; Proliferasi Sel; Sel PC12; Nyeri Neuropatik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 22 Sep 2026 08:36
Last Modified: 22 Sep 2026 08:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57698

Actions (login required)

View Item
View Item