ASIR, FATHURRAHMAN (2026) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU PENEGAKAN DIAGNOSTIK PADA PASIEN TUMOR PARU YANG DIRUJUK KE RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO = FACTORS INFLUENCING DIAGNOSTIC TIME IN LUNG TUMOR PATIENT REFERRED TO DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
C011221259-jDgZOcQqSufKMxGV-20260422195243.png
Download (98kB)
C011221259-1-2.pdf
Download (221kB)
C011221259-dp.pdf
Download (178kB)
C011221259-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 August 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK FATHURRAHMAN ASIR. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Waktu Diagnosis pada Pasien Tumor Paru yang Dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo (dibimbing oleh Dr. dr. Muh Ilyas, Sp.PD, K-P, Sp.P(K)). Latar Belakang. Tumor paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Penegakan diagnosis yang cepat penting untuk menentukan terapi dan meningkatkan prognosis. Namun, dalam praktik klinis, proses diagnosis sering mengalami keterlambatan yang dipengaruhi oleh faktor medis pasien maupun faktor non-medis terkait sistem pelayanan kesehatan.. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu penetapan diagnosis tumor paru pada pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis. Sampel terdiri dari 55 pasien dengan dugaan tumor paru di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yang dipilih secara purposive. Variabel yang diteliti meliputi waktu penegakan diagnosis sebagai variabel dependen, serta faktor medis dan non-medis sebagai variabel independen. Analisis dilakukan secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Mann-Whitney melalui SPSS. Hasil Penelitian. Rata-rata waktu penegakan diagnosis adalah 26,20 hari (median 8 hari). Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (65,5%) dan berusia >60 tahun (47,3%). Terdapat hubungan bermakna antara faktor medis (p < 0,001) dan non-medis (p = 0,036) dengan waktu penegakan diagnosis. Rata-rata waktu diagnosis lebih lama pada pasien dengan faktor medis (32,92 vs 8,32 hari) dan faktor non-medis (42,30 vs 26,57 hari). Kesimpulan. Faktor medis dan non-medis berhubungan dengan lamanya waktu penegakan diagnosis tumor paru. Faktor medis berpengaruh lebih besar dalam memperlambat diagnosis, namun faktor non-medis juga berkontribusi signifikan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi kondisi klinis pasien serta perbaikan sistem pelayanan kesehatan untuk mempercepat penegakan diagnosis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tumor paru, waktu penegakan diagnosis, faktor medis, faktor non-medis, keterlambatan diagnosis |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 07:15 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 07:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57677 |
