FIRIANI, DWI INDRA (2026) PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DENGAN PEMBERIAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ANORGANIK=Growth and Productivity of Bird’s Eye Chili (Capsicum frutescens L.) as Affected by Arbuscular Mycorrhizal Inoculation and Inorganic Fertilizer Application. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G012212003-b6pEcrUBIh9GYZut-20260306144419.jpg
Download (415kB)
G012212003-1-2.pdf
Download (295kB)
G012212003-dp.pdf
Download (254kB)
G012212003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 January 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Pengembangan varietas cabai rawit penting untuk dilakukan terutama pada varietas lokal, karena memiliki keunggulan diantaranya dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pertumbuhan dan produksi cabai rawit varietas lokal (Tampaning) pada pemberian mikoriza arbuskula dan pupuk anorganik (NPK). Metode. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor (F2F) dengan faktor pertama yaitu dosis mikoriza arbuskula terdiri dari empat taraf (0, 250, 500, dan 750 kg ha-1) sedangkan untuk faktor kedua yaitu dosis pupuk anorganik (NPK) terdiri dari empat taraf (0, 100, 200, dan 300 kg ha-1). Setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 ulangan dan 12 unit tanaman sehingga diperoleh 576 unit tanaman percobaan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara mikoriza dan NPK yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Mikoriza arbuskula dosis 750 kg ha-1 dan NPK dosis 300 kg ha-1 terdapat interaksi pada parameter jumlah buah per petak (108.86 g). Pertumbuhan dan produksi cabai rawit juga dipengaruhi oleh perlakuan dosis mikoriza arbuskula dan dosis NPK secara tunggal. Dosis mikoriza arbuskula memberikan pengaruh tunggal pada beberapa diantaranya dosis mikoriza arbuskula 250 kg ha-1 terhadap luas daun umur 35 hari setelah tanam (HST) (29.97 cm2), luas daun 49 HST (39.49 cm2), dan dosis mikoriza arbuskula 750 kg ha-1 terhadap bobot buah per tanaman (26.88 g), jumlah buah per tanaman (34.84 g), produksi per petak (171.76 g), dan produksi per hektare (0.86 ton ha-1). Sedangkan pemberian NPK secara tunggal berpengaruh pada beberapa parameter diantaranya dosis NPK 300 kg ha-1 terhadap bobot buah per tanaman (23.92 g), jumlah buah per tanaman (33.92 g), produksi per petak (199.36 g), dan produksi per hektare (1.00 ton ha-1). Hasil optimal pada presentase infeksi mikoriza pada perlakuan mikoriza 750 kg ha-1 + NPK 0 kg ha-1 (44.00 %), serapan P jaringan pada perlakuan mikoriza 750 kg ha-1 + NPK 200 kg ha-1 (0.25 %), dan tingkat capsaicin pada perlakuan mikoriza 750 kg ha-1 + NPK 100 kg ha-1 (8.517,01 µg/g). Kesimpulan. Dosis mikoriza arbuskula 250 kg ha-1 memberikan pengaruh terbaik pada luas daun dan pemberian mikoriza arbuskula dosis 750 kg ha-1 dengan NPK dosis 300 kg ha-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap produksi tanaman cabai rawit.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cabai Rawit, Mikoriza, NPK, Tampaning |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 06:49 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57669 |
