Penggunaan Temporary Immersion System (TIS) pada Perbanyakan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) secara In-Vitro Terintegrasi Internet of Things (IoT)=The Use of Temporary Immersion System (TIS) in the In-Vitro Propagation of Black Orchid (Coelogyne pandurata) Integrated with the Internet of Things (IoT)


SAMPEPADANG, NOVIANTI (2026) Penggunaan Temporary Immersion System (TIS) pada Perbanyakan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) secara In-Vitro Terintegrasi Internet of Things (IoT)=The Use of Temporary Immersion System (TIS) in the In-Vitro Propagation of Black Orchid (Coelogyne pandurata) Integrated with the Internet of Things (IoT). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
G011221140-kn2TRfYmgpxXFs9j-20260309131949.png

Download (106kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G011221140-1-2.pdf

Download (346kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G011221140-dp.pdf

Download (540kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
G011221140-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 March 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), spesies langka yang berasal dari Kalimantan, membutuhkan upaya propagasi dan konservasi. Penelitian ini meneliti tentang perbanyakan anggrek hitam secara in vitro menggunakan Temporary Immersion System (TIS). Tujuan. Penelitian ini mengkaji pengaruh frekuensi perendaman dan fotoperiode terhadap pertumbuhan tanaman. Metode. Rancangan percobaan terdiri dari 12 perlakuan berbeda, meliputi tiga frekuensi perendaman (enam kali/hari, empat kali/hari, delapan kali/hari) dan empat fotoperiode (12 jam terang/12 jam gelap; 16 jam terang/8 jam gelap; 20 jam terang/4 jam gelap; dan 24 jam terang). Parameter pertumbuhan tanaman, termasuk jumlah planlet, perkembangan tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, biomassa, dan kejadian hiperhidrisitas, dievaluasi satu bulan setelah inisiasi. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik frekuensi perendaman maupun fotoperiode berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Perlakuan 24 jam terang dan empat kali/hari menghasilkan jumlah planlet terbanyak. Perlakuan (delapan kali/hari) menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan kombinasi (12 jam terang/12 jam gelap) dan (delapan kali/hari) menghasilkan akar terpanjang. Analisis boxplot menunjukkan bahwa kombinasi (20 jam cahaya dan 4 jam gelap, perendaman empat kali/hari) dan (24 jam cahaya, perendaman delapan kali/hari) optimal untuk pertumbuhan daun, akumulasi biomassa, dan meminimalkan hiperhidrisitas. Tantangan utama yang ditemui adalah kontaminasi, yang mencapai 100% pada hari ke-30. Namun, penerapan sterilisasi ganda dan penggantian komponen TIS menurunkan tingkat kontaminasi hingga sekitar 10%. Kesimpulan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan perendaman dan fotoperiode dalam perbanyakan C. pandurata menggunakan TIS, serta memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan strategi perbanyakan skala besar dan konservasi C. pandurata.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Anggrek hitam (Coelogyne pandurata); Sistem imersi sementara; Perbanyakan in vitro; Fotoperiode; Frekuensi imersi
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 22 Sep 2026 06:40
Last Modified: 22 Sep 2026 06:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57667

Actions (login required)

View Item
View Item