FEBRYANTO, HERDIN (2026) Studi In Silico dan In Vivo Senyawa Dalam Daun Maja (Aegle marmelos L.) Sebagai Antimalaria. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012241001-U6yCWD4ZNsv1HVlJ-20260717142954.jpeg
Download (1MB)
N012241001-1-2.pdf
Download (5MB)
N012241001-dp.pdf
Download (1MB)
N012241001-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (20MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Karena tingginya angka penyakit dan perkembangan resistensi terhadap obat antimalaria, seperti artemisinin, malaria tetap menjadi masalah kesehatan global. Kondisi ini menuntut pencarian kandidat obat baru yang lebih aman dan efektif. Daun Maja (Aegle marmelos L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif jika diinvestigasi melalui kombinasi metode in silico dan in vivo mungkin memiliki khasiat antiplasmodial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai potensi antimalaria ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) melalui pendekatan terintegrasi in silico dan in vivo untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif utama serta mengevaluasi interaksinya dengan Falcipain-II dan Plasmepsin II-IV sebagai target molekuler yang relevan. Metode: Aktivitas antimalaria dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dievaluasi secara in vivo terhadap Plasmodium berghei. Profiling senyawa kimia Daun Maja (Aegle Marmelos L.) dilakukan dengan Liquid hromatography – High Resolution Mass Spectrometry. Simulasi docking molekuler, simulasi dinamika molekuler secara in silico dan prediksi Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Eksresi, Toksisitas untuk menilai interaksi target dan sifat farmakokinetik. Stabilitas kompleks yang lebih baik ditentukan oleh simulasi dinamika molekuler dan profil farmakokinetik yang sesuai. Hasil: Ekstrak pelarut n-heksan Daun Maja (Aegle Marmelos L.) menunjukkan aktivitas antimalaria paling optimal dengan penekanan parasitemia tertinggi dan peningkatan daya tahan hidup mencit pada dosis 600 mg/kgBB dibandingkan fraksi etil-asetat dan etanol. Analisis LC-HRMS kemudian dilanjutkan dengan docking mengidentifikasi senyawa utama berupa golongan terpenoid diantaranya Fern-9-(11)-EN-3,19-Dione (-8,1 kkal/mol), Glycyrrhetinic Acid (-7,9 kkal/mol), Epoxysqualene (-7,8 kkal/mol). Di antara ketiga ligan, Fern-9-(11)-en-3,19-dione menunjukkan stabilitas dinamika molekuler tertinggi, ditandai oleh nilai Rg dan RMSD yang paling stabil serta fluktuasi residu yang minimal, sejalan dengan afinitas pengikatan paling kuat dari hasil docking. Kesimpulan: Pendekatan terintegrasi in silico dan in vivo menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan Daun Maja (Aegle marmelos L.) memiliki potensi antimalaria yang signifikan, dengan Fern-9-(11)-en-3,19-dione sebagai kandidat senyawa paling menjanjikan berdasarkan afinitas pengikatan kuat terhadap falcipain-II, stabilitas dinamika molekuler tinggi, dan profil farmakokinetik yang mendukung. Temuan ini menegaskan Daun Maja sebagai sumber kandidat antimalaria baru yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai agen terapi berbasis bahan alam.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 00:33 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 00:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57658 |
