PENGARUH PEMILIHAN REGIMEN TERAPI TERHADAP LAMA RAWAT INAP DAN BIAYA PENGOBATAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RS DADI KOTA MAKASSAR


ALFIAH J.S, NURFADILLAH (2026) PENGARUH PEMILIHAN REGIMEN TERAPI TERHADAP LAMA RAWAT INAP DAN BIAYA PENGOBATAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RS DADI KOTA MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012241015-1-2.pdf] Text
N012241015-1-2.pdf

Download (347kB)
[thumbnail of N012241015-dp.pdf] Text
N012241015-dp.pdf

Download (521kB)
[thumbnail of N012241015-fulll.pdf] Text
N012241015-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of N012241015- cover.jpg] Image
N012241015- cover.jpg

Download (378kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Strategi pengobatan antipsikotik memengaruhi stabilisasi klinis dan biaya perawatan pada skizofrenia. Namun, bukti mengenai hubungan antara pemilihan regimen dan efisiensi rawat inap masih terbatas, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas dan sistem pembiayaan berbasis kasus. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola regimen antipsikotik dan luaran rawat inap pada pasien skizofrenia episode pertama. Metode: Studi potong lintang retrospektif dilakukan menggunakan rekam medis elektronik dari 307 pasien dewasa dengan skizofrenia episode pertama yang dirawat di rumah sakit rujukan psikiatri di Indonesia antara Januari hingga Juni 2025. Regimen pengobatan dikategorikan menjadi kombinasi dua obat dan lebih dari dua obat. Luaran yang diukur meliputi lama rawat inap (LOS; ≤21 hari vs. >21 hari), biaya rawat inap (≤USD 393 vs. >USD 393), serta efisiensi biaya (gabungan LOS dan biaya), dengan batas nilai ditentukan berdasarkan distribusi data. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk menghitung adjusted odds ratios (AOR) dengan interval kepercayaan 95% (CI). Hasil: Regimen dua obat antipsikotik digunakan pada 54,1% pasien. Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa, setelah penyesuaian, regimen dua obat berhubungan secara signifikan dengan peningkatan risiko rawat inap yang lebih lama (AOR = 1,81; 95% CI: 1,13–2,89; p = 0,013), biaya rawat inap yang lebih tinggi (AOR = 1,72; 95% CI: 1,08–2,72; p = 0,021), serta inefisiensi biaya (AOR = 1,69; 95% CI: 1,06–2,69; p = 0,027) dibandingkan dengan regimen lebih dari dua obat. Variabel sosiodemografis tidak berhubungan signifikan dengan luaran yang diteliti. Kesimpulan: Pola regimen antipsikotik berhubungan dengan luaran rawat inap pada konteks penelitian ini. Regimen yang melibatkan lebih dari dua obat antipsikotik dikaitkan dengan lama rawat inap yang lebih singkat dan biaya yang lebih efisien dibandingkan regimen dua obat antipsikotik. Namun, temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena adanya potensi residual confounding, khususnya terkait keparahan klinis yang tidak terukur dan confounding by treatment indication. Hubungan yang diamati kemungkinan mencerminkan pola pengambilan keputusan klinis, bukan efek langsung dari regimen pengobatan. Studi prospektif diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan kausal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Sep 2026 00:30
Last Modified: 22 Sep 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57657

Actions (login required)

View Item
View Item