TASMAN, RAHMAT SETIADY (2026) Pengembangan dan Karakterisasi Serat PVA/Kitosan dengan Metode Wet Spinning dengan Pemuatan Kompleks Inklusi Amfoterisin B-Siklodekstrin sebagai Pembalut Luka Antijamur. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N012241021-DI6MWZvUdaNX0Ax5-20260716192554.png
Download (272kB)
N012241021-1-2.pdf
Download (467kB)
N012241021-dp.pdf
Download (336kB)
N012241021-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Luka kronis sering diperparah oleh infeksi jamur persisten, terutama Candida albicans yang mencakup hingga 40,1% kasus infeksi jamur pada luka kronis, membentuk biofilm resisten, dan berpotensi berkembang menjadi infeksi sistemik yang mengancam jiwa. Amfoterisin B (AMB), antijamur golongan poliena berspektrum luas dengan angka resistensi klinis yang sangat rendah, merupakan pilihan terapi yang potensial; namun penerapannya secara topikal terbatas akibat kelarutannya yang sangat rendah dalam air sebagai obat BCS (Biopharmaceutics Classification System) Kelas IV. Oleh karena itu, diperlukan strategi formulasi inovatif untuk mengatasi keterbatasan kelarutan AMB sekaligus mengoptimalkan penghantarannya secara topikal dalam sistem pembalut luka yang biokompatibel. Tujuan. Mengembangkan serat PVA (poly(vinyl alcohol))/kitosan berbasis metode wet spinning yang dimuati kompleks inklusi AMB/HP-γ-CD (hydroxypropyl-γ-cyclodextrin) sebagai pembalut luka antijamur dengan pelepasan obat yang berkelanjutan. Metode. Kompleks inklusi AMB/HP-γ-CD disiapkan melalui metode kneading (IC-KN), solvent evaporation I (IC-SE-1), dan solvent evaporation II (IC-SE-2), kemudian dikarakterisasi menggunakan ATR-FTIR (attenuated total reflectance Fourier transform infrared spectroscopy), ¹H-NMR (proton nuclear magnetic resonance), SEM (scanning electron microscopy), uji kelarutan saturasi, dan uji MIC (minimum inhibitory concentration). Serat PVA/kitosan pada empat rasio komposisi (P9C1, P8C2, P7C3, P6C4) diproduksi melalui wet spinning dengan ikatan silang ganda menggunakan TPP (tripolyphosphate) dan glutaraldehida, kemudian dievaluasi meliputi morfologi, ATR-FTIR, DSC (differential scanning calorimetry), TGA (thermogravimetric analysis), WHC (water-holding capacity), swelling, sifat mekanik, pelepasan obat in vitro, aktivitas antikandida, dan hemokompatibilitas. Hasil. IC-SE-1 merupakan kompleks inklusi optimal dengan peningkatan kelarutan 41 kali lipat dalam air dan 13,3 kali lipat dalam PBS (phosphate-buffered saline) pH 7,4, serta mempertahankan aktivitas antijamur yang efektif (MIC 1 µg/mL). Formulasi P6C4 (PVA:kitosan, 60:40) menunjukkan WHC dan swelling tertinggi, profil mekanik yang seimbang (kuat tarik 18,47 MPa; perpanjangan saat putus 431,57%), efisiensi muatan obat tertinggi (84,9%), serta pelepasan AMB kumulatif tertinggi selama 168 jam (±65%) dengan zona hambat yang konsisten terhadap C. albicans dari hari ke-2 hingga hari ke-7. Uji hemolisis mengonfirmasi profil hemokompatibel dengan persentase hemolisis di bawah 5% pada seluruh konsentrasi uji. Kesimpulan. Serat PVA/kitosan yang mengandung kompleks inklusi AMB/HP-γ-CD berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran antijamur topikal dengan pelepasan terkendali untuk meningkatkan efektivitas terapi luka kronis yang terinfeksi Candida albicans.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 05:39 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 05:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57656 |
