Uji Efek Vitamin C terhadap Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) pada Pertumbuhan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Secara In Vitro


AKIFAH, NURUL (2026) Uji Efek Vitamin C terhadap Aktivitas Antibiofilm Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis L.) pada Pertumbuhan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Secara In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221149-LQjxhl3ebPJiI056-20260629073145.jpeg] Image
N011221149-LQjxhl3ebPJiI056-20260629073145.jpeg

Download (146kB)
[thumbnail of N011221149-1-2.pdf] Text
N011221149-1-2.pdf

Download (275kB)
[thumbnail of N011221149-dp.pdf] Text
N011221149-dp.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of N011221149-fullll.pdf] Text
N011221149-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Biofilm merupakan Kumpulan dari sel-sel mikroba yang melekat secara ireversibel pada suatu permukaan dan terbungkus dalam matriks extracellular polymeric substances (EPS). Salah satu bakteri yang membentuk biofilm Adalah Staphylococcus aureus, termasuk Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Kemampuan MRSA membentuk biofilm melalui mekanisme quorum sensing (QS) menghasilkan lapisan pelindung yang menghambat penetrasi antibiotik, sehingga infeksi menjadi sulit diobati. Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan kandungan epigalokatekin-3-galat (EGCG) memiliki potensi sebagai antibiofilm, namun stabilitas penyimpanannya rendah karena mudah teroksidasi. Oleh karena itu, diperlukan vitamin C sebagai agen modulator untuk menjaga kestabilan EGCG. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek modulasi vitamin C terhadap aktivitas antibiofilm ekstrak teh hijau terhadap bakteri MRSA. Metode. Uji aktivitas antibiofilm dilakukan menggunakan metode microtiter dish assay dengan pewarnaan kristal violet 0,1%. Konsentrasi ekstrak teh hijau yang diuji adalah 400 – 6,25 µg/mL dan vitamin C adalah 200 – 12,5 µg/mL. Edge effect selama inkubasi diminimalkan dengan pengisian air steril pada sumuran tepi microplate. Hasil. Pengujian aktivitas antibiofilm diamati melalui intensitas warna ungu yang terbentuk. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak teh hijau 400 µg/mL dan vitamin C mampu menghambat pembentukan biofilm dibandingkan dengan ekstrak teh hijau tunggal maupun ekstrak teh hijau dengan konsentrasi dibawah 400 µg/mL. Kesimpulan. Kombinasi ekstrak teh hijau dan vitamin C berpotensi memodulasi aktivitas antibiofilm terhadap pertumbuhan MRSA. Namun, efektivitas kombinasi kedua senyawa tersebut belum optimal, sehingga tidak dapat digunakan sebagai terapi tunggal, melainkan hanya sebagai terapi adjuvan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Sep 2026 07:09
Last Modified: 21 Sep 2026 07:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57649

Actions (login required)

View Item
View Item