Persepsi Pasien Terhadap Penggunaan Obat Herbal Sebagai Terapi Komplementer dalam Pengobatan Hipertensi di RSUP dr. Tadjuddin Chalid


SUKMARANI, SUKMARANI (2026) Persepsi Pasien Terhadap Penggunaan Obat Herbal Sebagai Terapi Komplementer dalam Pengobatan Hipertensi di RSUP dr. Tadjuddin Chalid. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221142-rJZDmGvjKzWbIwSY-20260708113340.png] Image
N011221142-rJZDmGvjKzWbIwSY-20260708113340.png

Download (114kB)
[thumbnail of N011221142-1-2.pdf] Text
N011221142-1-2.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of N011221142-dp.pdf] Text
N011221142-dp.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of N011221142-fullll.pdf] Text
N011221142-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Hipertensi diderita 1,28 miliar orang dewasa dunia. Prevalensi Indonesia 30,8% (Kemenkes, 2023), Sulawesi Selatan 31,96% dan kasus di Makassar terus meningkat. Terapi herbal semakin diminati, namun penelitian tentang persepsi pasien hipertensi terhadap herbal di RSUP dr. Tadjuddin Chalid Makassar masih terbatas. Tujuan. Untuk mengetahui karakteristik responden, menggambarkan persepsi penderita hipertensi terhadap penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer, mengidentifikasi sumber informasi penggunaan obat herbal, mengetahui jenis-jenis herbal yang digunakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pasien terhadap penggunaan obat herbal dalam pengelolaan hipertensi. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 70 responden dipilih menggunakan metode Consecutive sampling. Sampel penelitian merupakan pasien diagnosis hipertensi berusia >18 tahun dengan insturmen penelitian yang berupa kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan software Excel dan SPSS ver 27. Hasil ; Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber informasi penggunaan obat herbal paling banyak berasal dari keluarga yaitu sebanyak 29 responden (41,4%), diikuti oleh media sosial sebanyak 27 responden (38,6%), dan teman sebanyak 14 responden (20%). Sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer hipertensi, yaitu sebanyak 41 orang (58,6%), sementara responden dengan persepsi negatif berjumlah 29 orang (41,4%). Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pasien hipertensi terhadap obat herbal cenderung positif. Faktor demografis tidak berpengaruh signifikan (p > 0,05), dan persepsi lebih dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, budaya, serta sumber informasi. Model hanya menjelaskan 14,7% variasi persepsi..

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Sep 2026 00:51
Last Modified: 22 Sep 2026 00:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57646

Actions (login required)

View Item
View Item