PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI RUMAH SAKIT ANWAR MAKKATUTU BANTAENG PADA BULAN JANUARI – DESEMBER 2023 = Prevalensi dan Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) di Rumah Sakit Anwar Makkatutu, Bantaeng, Januari–Desember 2023


AFIS, REKA (2024) PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI RUMAH SAKIT ANWAR MAKKATUTU BANTAENG PADA BULAN JANUARI – DESEMBER 2023 = Prevalensi dan Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) di Rumah Sakit Anwar Makkatutu, Bantaeng, Januari–Desember 2023. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C011211055-aEYbOgN63LVosMAy-20260520005725.jpeg

Download (603kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C011211055-1-2.pdf

Download (199kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011211055-dp.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
C011211055-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Reka Afis Prevelensi dan karakteristik infeksi menular seksual (IMS) di rumah sakit Anwar Makkatutu Bantaeng pada bulan Januari – Desember (dibimbing oleh Dr. Dr. Hj. Sri Ramadhany M, Kes) Latar belakang. Infeksi menular seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian global karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan seksual dan reproduksi, serta hubungannya dengan meningkatnya risiko penularan HIV dan berbagai komplikasi medis lainnya. Tingginya angka kejadian IMS, terutama pada kelompok usia produktif, menunjukkan pentingnya upaya pemetaan prevalensi dan karakteristik penderita sebagai dasar perencanaan strategi pencegahan, deteksi dini, dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien infeksi menular seksual di Rumah Sakit Anwar Makkatutu Bantaeng pada periode Januari–Desember 2023. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis seluruh pasien yang didiagnosis menderita infeksi menular seksual selama periode penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, serta jenis infeksi menular seksual yang diderita. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 17 pasien yang terdiagnosis IMS, jenis infeksi yang paling banyak ditemukan adalah HIV sebesar 64,7%, diikuti oleh gonore sebesar 11,8%, serta hepatitis B, HPV, trichomoniasis, dan herpes genital masing-masing sebesar 5,9%. Berdasarkan karakteristik responden, sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (70,6%), berada pada kelompok usia dewasa awal, memiliki tingkat pendidikan SMA, bekerja sebagai wiraswasta atau tidak bekerja, serta berstatus belum menikah (64,7%). Temuan ini menunjukkan bahwa IMS masih didominasi oleh kelompok usia produktif dengan karakteristik sosial tertentu, sehingga diperlukan upaya pencegahan, edukasi kesehatan seksual, dan intervensi yang lebih terarah pada kelompok berisiko guna menurunkan angka kejadian IMS di masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Infeksi Menular Seksual (IMS), prevalensi, karakteristik pasien
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 18 Sep 2026 05:20
Last Modified: 18 Sep 2026 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57627

Actions (login required)

View Item
View Item