PENERAPAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA SEBELUM PEMBERIAN OBAT DI RUANG LONTARA 2 BELAKANG RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = THE APPLICATION OF PATIENT IDENTIFICATION BY PRACTISING NURSES BEFORE ADMINISTERING MEDICATION IN LONTARA 2 WARD AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL MAKASSAR


SITANGGANG, ANASTASYA MEYLANI (2026) PENERAPAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA SEBELUM PEMBERIAN OBAT DI RUANG LONTARA 2 BELAKANG RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR = THE APPLICATION OF PATIENT IDENTIFICATION BY PRACTISING NURSES BEFORE ADMINISTERING MEDICATION IN LONTARA 2 WARD AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
R014242050-HeiXPq8fsv7muCFr-20260514160052.jpg

Download (301kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
R014242050-1-2.pdf

Download (530kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
R014242050-dp.pdf

Download (540kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
R014242050-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keselamatan pasien adalah upaya untuk mencegah cedera yang tidak perlu akibat pelayanan kesehatan. Kompetensi perawat berperan penting dalam membangun budaya keselamatan yang positif, karena perawat sering berinteraksi langsung dengan pasien dan bertanggung jawab dalam pemberian obat. Pemberian obat merupakan tindakan keperawatan yang berisiko tinggi terhadap kesalahan pemberian obat. Kesalahan pemberian obat sering terjadi pada tahap pemberian akibat kurangnya kepatuhan terhadap prosedur standar, termasuk identifikasi pasien yang tepat sebelum pemberian obat. Tujuan. Untuk mengetahui bagaimana penerapan identifikasi pasien oleh perawat pelaksana sebelum pemberian obat di Ruang Lontara 2 Belakang RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode. Studi kasus terhadap 10 perawat yang menangani pasien di Ruang Lontara 2 Belakang RSUP Wahidin Sudirohusodo. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist Penerapan 6 Benar Pemberian Obat. Hasil. Penerapan prinsip 6 benar pemberian obat yang dilakukan perawat (n=10) sebagian besar dilaksanakan dengan baik, dengan kepatuhan 100% pada sebagian besar aspek. Namun, masih ditemukan ketidakpatuhan pada penilaian alergi obat (80% tidak melakukan), evaluasi keluhan pasien (80% tidak melakukan), double check dengan perawat lain (100% tidak melakukan), ketepatan waktu pemberian obat (10% tidak melakukan), pengecekan identitas pasien (60% tidak melakukan), memastikan kemampuan menelan obat (100% tidak melakukan), serta mencatat keluhan pasien (80% tidak melakukan). Kesimpulan. Perawat pelaksana umumnya telah menerapkan prinsip enam benar pemberian obat. Masih ditemukan beberapa indikator yang belum optimal, seperti pengkajian alergi dan keluhan pasien, pelaksanaan double check dosis, kepatuhan terhadap waktu pemberian obat, mengecek identitas pasien, memastikan kemampuan menelan pasien, serta pendokumentasian keluhan pasien. Saran. Perawat pelaksana dapat meningkatkan konsistensi dalam menerapkan prinsip enam benar pemberian obat. Dan pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan pengawasan, menyediakan sosialisasi dan pelatihan berkala terkait keselamatan pasien, serta memperkuat penerapan standar operasional prosedur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemberian obat, 6 benar, perawat pelaksana
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 10 Sep 2026 06:11
Last Modified: 10 Sep 2026 06:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57598

Actions (login required)

View Item
View Item