TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP WARISAN ORANG TUA MENURUT HUKUM ADAT TORAJA = JURIDICAL REVIEW OF THE STATUS OF ADOPTED CHILDREN IN RELATION TO PARENTAL INHERITANCE ACCORDING TO TORAJA CUSTOMARY LAW


TODING, JUAN SEBASTIAN FREDLY (2026) TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP WARISAN ORANG TUA MENURUT HUKUM ADAT TORAJA = JURIDICAL REVIEW OF THE STATUS OF ADOPTED CHILDREN IN RELATION TO PARENTAL INHERITANCE ACCORDING TO TORAJA CUSTOMARY LAW. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B022232056-tfBYwrQ8ngmcipFO-20260311161629.png

Download (403kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B022232056-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B022232056-dp.pdf

Download (300kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B022232056-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 August 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

JUAN SEBASTIAN FREDLY TODING (B022232056). TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP WARISAN ORANG TUA MENURUT HUKUM ADAT TORAJA. Dibimbing oleh Sri Susyanti Nur Latar belakang: Kedudukan anak angkat dalam hukum adat Toraja masih menimbulkan perbedaan pemahaman, terutama terkait hak waris dan pembuktian hubungan adat. Meskipun anak angkat diterima sebagai bagian keluarga, praktik pewarisan sering mensyaratkan partisipasi dalam upacara adat, khususnya rambu solo’, sebagai dasar legitimasi sosial. Tujuan: Untuk menganalisis kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan menurut hukum adat Toraja dan untuk menganalisis bagaimana pertimbangan hukum oleh majelis hakim dalam perkara perdata harta warisan. Metode: Peneliti ini adalah penelitian empiris melalui wawancara dengan hakim, kepal telaah peraturan perundang-undangan, peraturan adat Toraja, literatur, dan putusan pengadilan terkait. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak angkat yang diangkat secara sah menurut adat melalui persetujuan keluarga serta pengakuan sosial memperoleh kedudukan yang setara dengan anak kandung, terutama apabila ia melaksanakan kewajiban adat seperti berpartisipasi dalam upacara Rambu Solo’, Rambu Tuka’, atau persembahan hewan (Pa’rinding). Dalam pertimbangannya, hakim tidak hanya menilai alat bukti formal, tetapi juga memperhatikan fakta sosial, kesaksian, serta peran anak angkat dalam kehidupan adat keluarga. Kesimpulan: Anak angkat berhak menjadi ahli waris menurut adat Toraja sepanjang pengakuan adat dan kewajiban kekerabatan terpenuhi. Pertimbangan hakim mencerminkan harmonisasi antara adat, nilai keadilan, dan kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: anak angkat, hukum adat Toraja, waris, kedudukan hukum.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Kenotariatan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 09 Sep 2026 07:10
Last Modified: 09 Sep 2026 07:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57572

Actions (login required)

View Item
View Item