AMALIAH H., MIFTAHUL (2026) Analisis Kesesuaian Kondisi Iklim Terhadap Perkembangbiakan Aedes Aegypti Menggunakan Pendekatan IoT dan Data Reanalisis Iklim (Studi Kasus: Kota Makassar)=Analysis of Climate Suitability for Aedes aegypti Breeding Using an Internet of Things (IoT) Approach and Climate Reanalysis Data (Case Study: Makassar City). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H061221032-PE4HXKtfsluyRavz-20260205132348.jpg
Download (395kB)
H061221032-1-2.pdf
Download (741kB)
H061221032-dp.pdf
Download (183kB)
H061221032-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis vektor yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Kota Makassar. Keberadaan dan aktivitas nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu dan kelembapan udara. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kondisi suhu dan kelembapan pada habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti serta keterkaitannya dengan kondisi iklim Kota Makassar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian antara kondisi meteorologi regional dan mikroklimat habitat Aedes aegypti, serta mengidentifikasi periode waktu yang paling mendukung perkembangbiakan nyamuk berdasarkan suhu dan kelembapan. Metode. Data mikroklimat diperoleh dari pengukuran suhu dan kelembapan menggunakan perangkat IoT di kandang nyamuk. Data meteorologi regional menggunakan data reanalisis NASA POWER Kota Makassar. Tingkat kesesuaian dianalisis menggunakan metode Euclidean Distance dengan mengintegrasikan parameter suhu dan kelembapan. Hasil. Suhu rata-rata bulanan data reanalisis berada dalam rentang suhu mikroklimat yang mendukung aktivitas Aedes aegypti, sedangkan kelembapan menunjukkan variasi kesesuaian antarbulan. Nilai Euclidean Distance terendah ditemukan pada bulan Juli-September, yang menunjukkan kemiripan tertinggi antara kondisi iklim regional dan mikroklimat habitat nyamuk. Perbandingan dengan kasus DBD menunjukkan adanya jeda waktu antara kondisi iklim dan respons kasus. Kesimpulan. Periode Juli-September diidentifikasi sebagai waktu yang paling mendukung perkembangbiakan Aedes aegypti berdasarkan kesesuaian suhu dan kelembapan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aedes aegypti, mikroklimat, Internet of Things (IoT), data reanalisis, Euclidean Distance |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 01:54 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 01:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57539 |
