Identifikasi Diskontinuitas Seismik Mantel Menggunakan Prekursor SS Dengan Metode Slant Stack di Sekitar Pegunungan Himalaya=Identification of Mantle Discontinuities Based on SS Precursors Using the Slant Stack Method Beneath the Himalayan Mountains


SAHRUL, SAHRUL (2026) Identifikasi Diskontinuitas Seismik Mantel Menggunakan Prekursor SS Dengan Metode Slant Stack di Sekitar Pegunungan Himalaya=Identification of Mantle Discontinuities Based on SS Precursors Using the Slant Stack Method Beneath the Himalayan Mountains. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
H061221005-Lgdi6ysJUPweRaxr-20260310214606.jpeg

Download (97kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
H061221005-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
H061221005-dp.pdf

Download (556kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
H061221005-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Diskontinuitas mantel pada kedalaman sekitar 410 km dan 660 km merupakan batas penting dalam struktur internal Bumi yang berkaitan dengan perubahan fase mineral akibat peningkatan tekanan dan temperatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik diskontinuitas mantel di wilayah Pegunungan Himalaya menggunakan analisis prekursor gelombang SS dengan metode Slant Stack. Data seismik komponen horizontal (BHN dan BHE) diperoleh dari basis data IRIS dan diproses melalui tahapan quality control, filtering, serta rotasi menjadi komponen transversal untuk mengidentifikasi fase SS410 dan SS660. Nilai slowness dan ray parameter yang diperoleh digunakan dalam pemodelan ray tracing dan interpolasi linier untuk menentukan kedalaman diskontinuitas pada setiap bounce point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman diskontinuitas 410 km berada pada kisaran ±420–460 km, sedangkan diskontinuitas 660 km berada pada kisaran ±670–704 km dengan nilai rata-rata sekitar ~420 km dan ~670 km. Variasi kedalaman yang teramati cenderung meningkat seiring bertambahnya jarak episentral akibat geometri penjalaran ray path, di mana sudut datang gelombang yang lebih landai menyebabkan lintasan gelombang menembus mantel sedikit lebih dalam sebelum dipantulkan. Kestabilan kedalaman ini menunjukkan bahwa zona transisi mantel di bawah Pegunungan Himalaya tidak dipengaruhi oleh pembebanan slab samudra yang dalam, melainkan mencerminkan karakteristik tektonik zona collision benua.pengaruh dari Penjalaran Ray path berdasarkan jarak episentral

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: SS Prekursor, Slant Stack, Diskontinuitas, Seismogram, Seismik, Himalaya
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 09 Sep 2026 01:22
Last Modified: 09 Sep 2026 01:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57534

Actions (login required)

View Item
View Item