TOISUTA, FUAD HASAN (2026) Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Untuk Penentuan Zona Air Tanah di Desa Puwehuko, Kec. Mowila, Kab. Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Menggunakan Metode Geolistrik 1D=Identification of Subsurface Layers for Groundwater Zone Determination in Puwehuko Village, Mowila District, Konawe Selatan Regency, Southeast Sulawesi Using the 1D Geoelectrical Method. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H061211047-SUfEGHQKyY1xrigu-20260227162410.jpg
Download (70kB)
H061211047-1-2.pdf
Download (1MB)
H061211047-dp.pdf
Download (307kB)
H061211047-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Selain diperlukan sebagai kebutuhan primer seperti minum, mandi, mencuci, memasak, air juga dibutuhkan untuk keperluan di berbagai sektor industri seperti pertanian, konstruksi, dan lainnya. Perluasan kawasan pemukiman, pembukaan lahan baru dan peningkatan populasi manusia setiap tahunnya menjadi faktor kurangnya ketersediaan air. Pemanfaatan air bersih bersumber dari air sungai, air hujan, air tanah dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dan ketebalannya berdasarkan nilai resistivitas di wilayah Desa Puwehuko Kec. Mowila Kab. Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara serta menentukan zona air tanah berdasarkan nilai tahanan jenis dan kedalaman akuifer di wilayah Desa Puwehuko Kec. Mowila Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Metode geolistrik 1D atau Vertical Electrical Sounding (VES) merupakan salah satu metode bidang geofisika yang cukup efektif untuk dapat menginterpretasi lapisan bawah permukaan serta mencari keberadaan akuifer. Pengolahan data (VES) akan menghasilkan penampang resistivitas 1D yang kemudian digunakan untuk menginterpretasi lapisan bawah permukaan untuk penentuan zona air tanah berdasarkan karaktersistik nilai resistivitas batuannya. Hasil interpresasi menujukkan kondisi litologi daerah penelitian terdiri dari lempung dengan nilai resisistivitas 1.05-16.1 Ωm, batupasir dengan nilai resistivitas 46.1- 1025 Ωm , dan pasir lempungan yang memiliki nilai 22,3-29.9. kedalaman akuifer daerah penelitian berada pada kedalaman 13,1-17.2 m dan 23,7-112 m di lintasan 1. pada kedalaman 13,1-17 di interpretasi sebagai akuifer bebas kemudian ditutup oleh lapisan lempung yang berperan sebagai penahan zona akuifer dibawahnya. Zona akuifer pada lintasan 2 berada pada kedalaman 27,3-115 m.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Air tanah, VES, Resistivitas |
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:20 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57529 |
