ANALISIS RESISTIVITAS UNTUK IDENTIFIKASI RONGGA (CAVITY) PADA BATUGAMPING DI LOKASI EKSPLORASI PT. BUKIT GAMPING RESOURCES=RESISTIVITY ANALYSIS FOR CAVITY IDENTIFICATION IN LIMESTONE AT THE EXPLORATION LOCATION OF PT. BUKIT GAMPING RESOURCES


RIFKAH, RIFKAH (2026) ANALISIS RESISTIVITAS UNTUK IDENTIFIKASI RONGGA (CAVITY) PADA BATUGAMPING DI LOKASI EKSPLORASI PT. BUKIT GAMPING RESOURCES=RESISTIVITY ANALYSIS FOR CAVITY IDENTIFICATION IN LIMESTONE AT THE EXPLORATION LOCATION OF PT. BUKIT GAMPING RESOURCES. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
H061211008-h3pg8RC61vGMzKxa-20260310233346.jpg

Download (379kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
H061211008-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
H061211008-dp.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
H061211008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang Batugamping merupakan bahan baku strategis untuk industri semen dan konstruksi, namun rentan terhadap proses karstifikasi yang membentuk rongga (cavity) bawah permukaan. Keberadaan rongga ini berpotensi menimbulkan bahaya geoteknik serius, seperti keruntuhan tambang dan subsidensi, terutama di kawasan karst Formasi Wapulaka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, tempat operasi PT. Bukit Gamping Resources. Kondisi geologi kompleks di wilayah tersebut menuntut identifikasi rongga yang akurat dan non-destruktif. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan, sebaran, serta kedalaman rongga pada batugamping di lokasi eksplorasi tersebut guna mendukung perencanaan tambang yang aman dan efisien. Metode yang digunakan adalah Electrical Resistivity Tomography (ERT) konfigurasi Wenner-Alpha dengan 4 lintasan (2 arah NS dan 2 arah WE) diakuisisi menggunakan resistivimeter Geomative GD-20 Supreme. Data diinversi dengan perangkat lunak Res2DInv dengan interpretasi berdasarkan referensi nilai resistivitas batuan. Hasil anomali resistivitas sangat tinggi (>10.000 Ω.m) yang mengindikasikan cavity berisi udara pada seluruh lintasan. Lintasan NS-01 mendeteksi cavity pada kedalaman 20–50 m, NS-03 menunjukkan dua zona cavity masif (15–50 m), WE-01 memiliki cavity besar berdistribusi kontinyu, sedangkan WE-05 memperlihatkan cavity berukuran lebih kecil dan terisolasi pada kedalaman 30–52 m. Kesimpulan Metode ERT konfigurasi Wenner-Alpha terbukti efektif memetakan rongga karst pada batugamping. Hasil penelitian ini menjadi dasar penting untuk perencanaan tambang selektif, identifikasi zona berisiko tinggi, serta strategi mitigasi bahaya geoteknik demi keselamatan operasi pertambangan di wilayah karst.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Batugamping, Cavity, ERT, Resistivitas
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 08 Sep 2026 07:09
Last Modified: 08 Sep 2026 07:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57526

Actions (login required)

View Item
View Item