NIRWANA, NIRWANA (2026) ANALISIS PROFIL VS MENGGUNAKAN METODE SPAC DENGAN KONFIGURASI L ARRAY DI LAPANGAN PANAHAN UNIVERSITAS HASANUDDIN=Profile Analysis vs. Using the SPAC Method with L Array Configuration at the Hasanuddin University Archery Field. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H061211003-7vbqfDQixSPdc16L-20260306225536.png
Download (67kB)
H061211003-1-2.pdf
Download (1MB)
H061211003-dp.pdf
Download (237kB)
H061211003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.
Download (19MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Karakteristik bawah permukaan tanah berperan penting dalam mendukung perencanaan dan ketahanan infrastruktur, terutama di wilayah yang memiliki potensi aktivitas seismik. Respons tanah terhadap getaran bergantung pada sifat fisisnya, salah satunya kecepatan gelombang geser (Vs) yang mencerminkan kekakuan tanah. Metode geofisika pasif seperti Spatial Auto-Correlation (SPAC) menjadi alternatif yang efektif dan non-destruktif dalam menentukan profil Vs tanpa memerlukan pengeboran langsung. Pendekatan ini memanfaatkan getaran alami atau mikrotremor di permukaan tanah untuk menggambarkan kondisi lapisan bawah permukaan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil kecepatan gelombang geser (Vs) satu dimensi di Lapangan Panahan Universitas Hasanuddin menggunakan metode SPAC dengan konfigurasi L-Array, serta untuk membandingkan efektivitas konfigurasi L-Array dan Konfigurasi Segitiga dalam pengukuran mikrotremor. Metode. Akuisisi data dilakukan menggunakan tujuh sensor geofon yang disusun dalam konfigurasi L-Array di Lapangan Panahan Universitas Hasanuddin. Data mikrotremor direkam selama ±30 menit pada setiap lintasan. Proses pengolahan awal dilakukan menggunakan perangkat lunak Geopsy, dimulai dari input data mentah, pemotongan data sesuai durasi yang diinginkan, serta penyimpanan hasilnya dalam format CSV agar dapat digunakan pada tahap berikutnya. File CSV tersebut kemudian diolah menggunakan Cygwin, dengan cara menginput data untuk menghasilkan koefisien SPAC. Tahapan ini menghasilkan nilai hubungan antara jarak sensor dan frekuensi sebagai dasar analisis SPAC. Selanjutnya, perhitungan fungsi Bessel orde nol dan proses fitting dilakukan untuk memperoleh hubungan antara frekuensi dan kecepatan fase gelombang permukaan. Hasil kurva dispersi yang diperoleh kemudian diinversi menggunakan modul Dinver di Geopsy dengan algoritma Neighborhood Algorithm, guna mendapatkan profil kecepatan gelombang geser (Vs) satu dimensi terhadap kedalaman. Hasil. Hasil inversi kurva dispersi menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang geser (Vs) meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Lapisan dangkal hingga kedalaman sekitar 10 m memiliki nilai Vs berkisar 200–500 m/s yang mengindikasikan material lepas hingga setengah padat. Pada kedalaman sekitar 10–35 m, nilai Vs meningkat menjadi sekitar 600–1000 m/s yang menunjukkan lapisan sedimen lebih padat atau terkonsolidasi. Selanjutnya pada kedalaman sekitar 35–80 m, nilai Vs relatif stabil di kisaran 1000–1200 m/s. Pada kedalaman lebih dari 80 m, nilai Vs meningkat signifikan hingga mencapai 1400–1500 m/s yang diinterpretasikan sebagai lapisan batuan dasar yang lebih kompak. Peningkatan nilai Vs menunjukkan bahwa tanah di permukaan yang awalnya lunak dan kurang padat, semakin ke dalam menjadi lebih padat, lebih keras, dan lebih kuat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SPAC, Microtremor, L-Array, Shear Wave Velocity (Vs), Inversion |
| Subjects: | Q Science > QE Geology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 01:13 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57525 |
