Manajemen Kualitas Air Pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensit


PARADIBA, A.WINDI (2026) Manajemen Kualitas Air Pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Super Intensit. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
V086221002-v8Ih9atWgM4dCLui-20260311144858.jpg

Download (91kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
V086221002-1-2.pdf

Download (298kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
V086221002-dp.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
V086221002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) super intensif berkembang pesat dengan konsep low volume high density yang menuntut manajemen kualitas air ketat karena parameter fisika dan kimia sangat menentukan keberhasilan produksi. Permasalahan utama yang sering dihadapi meliputi akumulasi limbah organik dan fluktuasi parameter air yang dapat menyebabkan stres pada udang vaname serta menurunkan produktivitas tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis kesesuaian kualitas air dengan standar optimal pada pembesaran udang vaname super intensif di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode observatif dengan lokasi penelitian di Instalasi Tambak Takalar BRPBAPPP Maros. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), amonia, dan nitrit menggunakan alat DO Meter YSI untuk pengukuran lapangan dan spektrofotometer UV untuk analisis laboratorium. Hasil pengukuran menunjukkan suhu relatif stabil pada kisaran 26,8–29,6 ºC, namun salinitas cenderung tinggi 36 – 41 ppt melebihi standar SNI. Nilai pH mengalami fluktuasi harian antara 8,38–8,88 dengan kecenderungan lebih tinggi pada sore hari, sedangkan oksigen terlarut (DO) bervariasi antara 2,6 – 6,44 mg/L dengan beberapa nilai di bawah ambang batas optimal. Konsentrasi amonia menunjukkan fluktuasi ekstrim hingga 1,663 mg/L yang melebihi standar aman, sementara nitrit menurun bertahap dari 0,173 mg/L menjadi 0,1011 mg/L. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Kualitas air yang dikelola perlu dilakukan secara lebih konsisten agar tetap berada dalam kisaran optimal. Pemantauan rutin serta penerapan manajemen aerasi, pergantian air, dan aplikasi probiotik perlu terus ditingkatkan untuk menjaga stabilitas lingkungan tambak dan mendukung keberlanjutan sistem budidaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: manajemen kualitas air, parameter fisika dan kimia, super intensif, udang vaname
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Budidaya Laut Dan Pantai
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 08 Sep 2026 03:43
Last Modified: 08 Sep 2026 03:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57489

Actions (login required)

View Item
View Item