YULFAJRI, ALBI (2026) Efektivitas Penggunaan Polyacrylamide Kationik Sebagai Koagulan Dalam Instalasi Pengolahan Air Minum Dengan Metode Koagulasi-Flokulasi Di Pdam Ratulangi Makassar=The Effectiveness of Using Cationic Polyacrylamide as a Coagulant in Drinking Water Treatment Plants Using the Coagulation-Flocculation Method at Pdam Ratulangi Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031221004-ZDBJwYgHdtMAImVz-20260309050024.png
Download (127kB)
H031221004-1-2.pdf
Download (295kB)
H031221004-dp.pdf
Download (248kB)
H031221004-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 February 2028.
Download (16MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Ketersediaan air minum yang aman merupakan kebutuhan mendasar, namun kualitas air baku di PDAM Ratulangi Makassar sering kali mengalami kendala kekeruhan. Proses koagulasi-flokulasi menjadi tahap krusial untuk menurunkan kekeruhan tersebut melalui destabilisasi partikel koloid. Meskipun koagulan anorganik seperti tawas umum digunakan, kelemahannya terletak pada volume lumpur yang besar dan pengaruhnya terhadap pH. Polyacrylamide (PAM) kationik digunakan sebagai alternatif koagulan tunggal karena memiliki kemampuan netralisasi muatan dan penjembatanan antarpartikel (interparticle bridging) yang tinggi, sehingga mampu membentuk flok yang kuat dan cepat mengendap tanpa mengubah alkalinitas air secara signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum dan efektivitas poliakrilamida kationik dalam menurunkan parameter kekeruhan, pH, TDS, alkalinitas, dan BOD pada proses pengolahan air minum di PDAM Ratulangi Makassar sesuai dengan standar baku mutu kesehatan. Metode. Penelitian dilakukan melalui uji jar test dengan variasi dosis poliakrilamida kationik sebesar 2-25 mg/L, disertai pengukuran parameter kualitas air mengacu pada standar Permenkes No. 492 Tahun 2010. Hasil. Penggunaan poliakrilamida kationik menunjukkan efektivitas tertinggi pada dosis optimum 2 mg/L yang mampu menurunkan kekeruhan dari 13,17 NTU menjadi 2,94 NTU (efisiensi 77,68%), yang telah memenuhi syarat baku mutu air minum (maksimal 5 NTU). Pada dosis tersebut, nilai pH stabil pada 6,9 (efektivitas 0%), TDS 93 mg/L, dan kadar BOD turun menjadi 1,28 mg/L. Namun, penggunaan dosis berlebih di atas 10 mg/L menyebabkan restabilisasi flok yang meningkatkan kembali nilai kekeruhan serta menaikkan kadar BOD hingga 2,56 mg/L, yang melampaui batas aman. Kesimpulan. poliakrilamida kationik terbukti efektif sebagai koagulan tunggal pada dosis rendah karena mampu meningkatkan kualitas air minum tanpa menyebabkan fluktuasi kimiawi yang drastis, sehingga layak direkomendasikan dengan pengawasan dosis yang ketat untuk menjamin keamanan konsumsi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Air minum, kualitas air, koagulasi-flokulasi, PDAM Ratulangi Makassar, Polyacrylamide kationik (PAM kationik). |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:32 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:32 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57475 |
