FATIMA, FATIMA (2026) Multiplikasi Tunas Pelawan Kepuh Tristaniopsis obovata Benn. Melalui Penambahan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Kinetin Secara In Vitro=Multiplication of Pelawan Kepuh Tristaniopsis obovata Benn. Shoots Through the Addition of the Plant Growth Regulator (PGR) Kinetin In Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041221006-GsbXufMJcxW3pOB0-20260213122700.png
Download (125kB)
H041221006-1-2.pdf
Download (253kB)
H041221006-dp.pdf
Download (184kB)
H041221006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Tristaniopsis obovata Benn. merupakan salah satu spesies tanaman hutan yang berperan secara ekologis dan bernilai ekonomis, namun dalam perbanyakannya secara konvensional masih terbatas karena tingkat keberhasilan rendah dan pertumbuhan bibit yang lambat. Kultur in vitro menjadi alternatif yang efektif untuk perbanyakan massal, keberhasilan teknik ini sangat dipengaruhi oleh jenis serta konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT), khususnya sitokinin seperti kinetin yang berperan dalam multiplikasi tunas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kinetin yang optimal dalam meningkatkan multiplikasi tunas Tristaniopsis obovata Benn. secara in vitro. Metode. Penelitian ini dilakukan melalui tahap sterilisasi alat, pembuatan media, subkultur pada media Murashige and Skoog (MS) dengan lima perlakuan konsentrasi kinetin, yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75; dan 1 ppm berdasarkan rancangan acak lengkap, dengan parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas dan daun, serta tinggi planlet, selama 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas sebagai syarat pada uji parametrik Analysis of Varians (ANOVA) dan dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%, apabila syarat parametrik tidak memenuhi dilanjutkan dengan uji Kruskal–Wallis serta Mann–Whitney taraf 5%. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan kinetin memberikan pengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas dan daun, serta tinggi planlet. Konsentrasi 0,25 ppm merupakan perlakuan yang menghasilkan waktu muncul tunas tercepat serta jumlah tunas dan daun terbanyak. Rata-rata tertinggi planlet diperoleh pada perlakuan tanpa penambahan kinetin. Kesimpulan. Penambahan ZPT kinetin pada konsentrasi 0,25 ppm merupakan konsentrasi optimal untuk meningkatkan laju multiplikasi tunas Tristaniopsis obovata Benn. secara in vitro.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | mikropropagasi, sitokinin, subkultur, tanaman hutan. |
| Subjects: | S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:18 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57471 |
