HANI, AFIFAH MARSYA (2026) Isolasi dan Identifikasi Jamur Pelarut Fosfat pada Tanah Tambang Emas Rakyat Pulau Obi,Maluku Utara =Isolation and Identification of Phosphate-Solubilizing Fungi in the Soil of the Obi Island Community Gold Mine, North Maluku. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041211013-aBmPWFC3xHiwGNrn-20260313153824.jpeg
Download (47kB)
H041211013-1-2.pdf
Download (331kB)
H041211013-dp.pdf
Download (137kB)
H041211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK AFIFAH MARSYA HANI, 2026. Isolasi Jamur Pelarut Fosfat pada Tanah Tambang Emas Rakyat Pulau Obi, Maluku Utara (dibimbing oleh Fahruddin dan Retno Prayudyaningsih). Kegiatan penambangan emas rakyat di Pulau Obi, Maluku Utara, berpotensi menurunkan kualitas kesuburan tanah. Tanah bekas tambang umumnya bersifat masam dan memiliki kandungan unsur hara makro yang rendah, terutama fosfor (P). Meskipun kandungan fosfor total dalam tanah relatif tinggi, sebagian besar berada dalam bentuk tidak tersedia bagi tanaman. Jamur Pelarut Fosfat (JPF) merupakan agen hayati yang mampu meningkatkan ketersediaan fosfat melalui mekanisme pelarutan senyawa fosfat tidak larut menjadi bentuk yang dapat diserap tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengamati secara makroskopis maupun mikroskopis JPF dari tanah areal penambangan emas rakyat Pulau Obi serta menghitung potensi pelarutan fosfat dan produksi hormon Indole Acetic Acid (IAA) dari isolat yang diperoleh. Metode Isolasi dilakukan menggunakan media Pikovskaya dengan metode tuang (pour plate), dilanjutkan dengan pemurnian dan mengamati secara makroskopis dan mikroskopis. Uji potensi meliputi pengukuran Indeks Kelarutan Fosfat (IKF), uji kelarutan fosfat secara kuantitatif, serta uji produksi IAA menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian diperoleh 33 isolat jamur murni, dengan 14 isolat menunjukkan zona bening sebagai indikator kemampuan melarutkan fosfat. Populasi JPF tertinggi ditemukan pada sampel tambang lama (1,3 × 10⁴ cfu/ml) dan terendah pada limbah tong lama (4,5 × 10² cfu/ml). Identifikasi morfologi menunjukkan lima genus JPF, yaitu Penicillium, Aspergillus, Trichoderma, Paecilomyces, dan Acremonium. Isolat A3 dari hutan alam memiliki nilai IKF tertinggi (9) dan termasuk kategori tinggi. Isolat LTL3 menunjukkan produksi IAA tertinggi, sedangkan isolat A6 memiliki kemampuan kelarutan fosfat kuantitatif tertinggi. Penutup, Berdasarkan hasil penelitian, isolat jamur dari tanah tambang emas rakyat Pulau Obi berpotensi sebagai agen pelarut fosfat dan penghasil IAA yang prospektif untuk dikembangkan sebagai biofertilizer dalam mendukung rehabilitasi lahan pasca-tambang secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jamur pelarut fosfat, tambang emas rakyat, Pulau Obi, indeks kelarutan fosfat, IAA. |
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:14 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57470 |
