HAERANI, KURNIA (2026) Karakterisasi dan Uji In Vitro dan In Vivo Nanoemulgel Ekstrak Minyak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) Berbasis Kitosan Kulit Udang sebagai Alternatif Analgesik Nyeri Pascapencabutan Gigi=Characterization and In Vitro and In Vivo Testing of Nanoemulgel Clove Flower Oil Extract (Syzygium aromaticum) Based on Shrimp Shell Chitosan as an Alternative Analgesic for Post-Tooth Extraction Pain. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H031221098-hmrLSjbi5Ogn8QyA-20260225214511.jpg
Download (355kB)
H031221098-1-2.pdf
Download (393kB)
H031221098-dp.pdf
Download (310kB)
H031221098-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Prevalensi pasien yang mengalami nyeri pascapencabutan gigi sebanyak 81,8%. Penanganan nyeri yang dilakukan menggunakan golongan non-steroidal anti inflammatory drugs (NSAIDs) dapat menyebabkan penurunan kinerja organ-organ penting dalam tubuh. Eugenol memiliki sifat analgesik, antibakteri, antiinflamasi, dan neuroprotektif, sehingga berpotensi sebagai zat aktif obat. Tujuan. untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimiawi nanoemulgel, menganalisis profil pelepasan obat secara in vitro, serta mengevaluasi waktu mulai kerja analgesik secara in vivo dari nanoemulgel ekstrak minyak bunga cengkeh berbasis kitosan dalam mengatasi nyeri pascapencabutan gigi. Metode. Metode riset yang digunakan adalah riset eksperimental dengan rancangan acak lengkap tiga kali ulangan dalam tiga variasi konsentrasi formula eMBC yaitu 2,5%; 5%; dan 7,5%. Data dianalisis dengan uji One Way Anova dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan gambar. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulgel ekstrak minyak bunga cengkeh berbasis kitosan dengan konsentrasi eMBC 5% (NEG2) memiliki waktu mulai kerja analgesik yang lebih cepat dalam mengatasi nyeri pascapencabutan gigi dibandingkan kontrol lainnya. Zat aktif eugenol yang menghambat mediator inflamasi prostaglandin E2 berperan dalam aktivasi nyeri akibat inflamasi akut luka insisi, sehingga nyeri dapat diatasi dengan cepat. Adapun kitosan membantu mempertahankan eugenol dalam sistem nanoemulgel sehingga pelepasannya menjadi lebih terkontrol. Kesimpulan. NEG2 menunjukkan karakteristik fisikokimia yang memenuhi persyaratan serta profil pelepasan in vitro yang terkontrol. NEG2 juga memberikan efek analgesik dengan waktu mulai kerja lebih cepat dibandingkan kontrol positif, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan topikal oral untuk mengatasi nyeri pascapencabutan gigi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | chitosan, clove, nanoemulgel, pain, tooth extraction |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:02 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57463 |
