HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU KULIT, COLD TEST DAN PINPRICK TEST SEBAGAI INDIKATOR KETINGGIAN BLOK PASCA PEMBERIAAN ANESTESI SPINAL = Correlation Of Skin Temperature Variation, Cold Test and Pinprick Test With Sensory Blok Height Following Spinal Anesthsia


HASILI, ABDUL RAJAB (2026) HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU KULIT, COLD TEST DAN PINPRICK TEST SEBAGAI INDIKATOR KETINGGIAN BLOK PASCA PEMBERIAAN ANESTESI SPINAL = Correlation Of Skin Temperature Variation, Cold Test and Pinprick Test With Sensory Blok Height Following Spinal Anesthsia. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C135212004-JuW6eocBMIvf3KmF-20260525111923.jpg

Download (143kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C135212004-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135212004-dp.pdf

Download (238kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C135212004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 May 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan: Penilaian yang akurat terhadap tingkat blokade sensorik setelah anestesi spinal sangat penting untuk memastikan anestesi yang aman dan efektif. Uji suhu dingin dan tusukan jarum konvensional bersifat subjektif, sehingga memicu minat terhadap perubahan suhu kulit sebagai indikator objektif terhadap blokade simpatis. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan suhu kulit, cold test dan pinprick test sebagai indikator ketinggian blok pasca pemberian anestesi spinal pada pasien section caesarea. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi observasional prospektif yang melibatkan 35 pasien dengan status ASA II yang menjalani operasi caesar dengan anestesi spinal. Bupivakain hiperbarik 0,5% (10 mg) dengan fentanil 25 µg diberikan secara intratekal. Suhu kulit diukur pada dermatom T4, T6, dan T8 sebelum anestesi dan 1–5 menit setelahnya. Blok sensorik dinilai melalui uji suhu dingin dan uji tusukan jarum. Akurasi diagnostik perubahan suhu dievaluasi menggunakan analisis ROC. Hasil Penelitian: : Suhu kulit meningkat secara signifikan seiring waktu di semua dermatom (p < 0,05), dengan kenaikan terbesar terjadi pada T8, diikuti oleh T6 dan T4. Uji dingin dan uji tusukan jarum menunjukkan hubungan yang bergantung pada waktu dengan ketinggian blok, dan hasilnya menjadi positif secara seragam pada menit keempat. Perubahan suhu kulit menunjukkan kinerja diagnostik yang sangat baik dalam memprediksi hasil tes dingin (AUC = 0,943) dan tes tusukan jarum (AUC = 0,944) yang positif. Kenaikan suhu sebesar 0,35–0,45 °C menghasilkan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Kesimpulan: Pemantauan suhu kulit merupakan metode yang cepat, objektif, dan andal untuk menilai tingkat blok sensorik setelah anestesi spinal.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Anestesi spinal, suhu kulit, blok sensorik, cold test, pinprick tes
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 07 Sep 2026 06:23
Last Modified: 07 Sep 2026 06:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57422

Actions (login required)

View Item
View Item