Identifikasi Potensi Yang Mempengaruhi Kejadian Gangguan Urinari Pada Kucing Di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin (Rsh Unhas) = Identification of Potential Factors Influencing the Incidence of Urinary Disorders in Cats at Hasanuddin University Veterinary Hospital (Rsh Unhas)


RIJALI, ANASTAUFIQ DWI (2026) Identifikasi Potensi Yang Mempengaruhi Kejadian Gangguan Urinari Pada Kucing Di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin (Rsh Unhas) = Identification of Potential Factors Influencing the Incidence of Urinary Disorders in Cats at Hasanuddin University Veterinary Hospital (Rsh Unhas). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C031221071-DI1crUutVep0CvzP-20260528171148.jpg

Download (357kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C031221071-1-2.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C031221071-dp.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C031221071-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi yang mempengaruhi kejadian gangguan urinari pada kucing di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin (RSH Unhas). Gangguan saluran urinari pada kucing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain jenis kelamin, usia, jenis pakan, jumlah kucing, kebersihan kotak pasir dan sterilisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemilik kucing yang membawa hewan peliharaannya ke RSH Unhas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan signifikan antara potensi yang diuji dan kejadian gangguan urinari pada kucing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, jenis pakan, dan litterbox khusus berhubungan signifikan dengan kejadian gangguan urinari pada kucing. Jumlah kucing dan sterilisasi tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan gangguan urinari. Kesimpulan. Potensi jenis kelamin jantan, usia 1–7 tahun, konsumsi kombinasi dry food dan wet food, serta penggunaan litterbox yang tidak optimal berperan besar dalam meningkatkan risiko gangguan urinari pada kucing. Penelitian ini menyarankan perbaikan pola makan, pengelolaan litterbox yang lebih baik, dan perhatian khusus pada kucing jantan dan usia produktif untuk mencegah gangguan urinari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Gangguan urinari, jumlah kucing, litterbox, kesehatan kucing
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Sep 2026 06:53
Last Modified: 04 Sep 2026 06:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57416

Actions (login required)

View Item
View Item