JUMATMAN, MOHAMAD (2026) HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP KADAR ALBUMIN SERUM PADA PASIEN INFEKSI ANAK = RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND SERUM ALBUMIN LEVELS IN CHILD PATIENTS WITH INFECTION. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C105212008-sA3de6KH0ITVMrqj-20260526124400.jpg
Download (296kB)
C105212008-1-2.pdf
Download (763kB)
C105212008-dp.pdf
Download (195kB)
C105212008-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Penyakit infeksi merupakan salah satu kontributor utama mortalitas anak di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi infeksi pada anak masih tinggi di Indonesia yang didominasi oleh infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran pencernaan. Kondisi ini memiliki hubungan timbal balik dengan status gizi, di mana malnutrisi (gizi buruk/gizi kurang) menurunkan sistem imun, sementara infeksi memperburuk defisiensi nutrisi melalui mekanisme anoreksia dan peningkatan kebutuhan metabolik. Interaksi antara malnutrisi dan penyakit infeksi dapat memperberat penurunan albumin melalui peningkatan sitokin proinflamasi, menghambat sintesis protein di hati, serta meningkatkan permeabilitas vaskular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar albumin serum pada kelompok status gizi undernutrition dibandingkan dengan kelompok non-undernutrition serta menganalisis korelasi antara status gizi tersebut dengan kadar albumin pada pasien anak penderita infeksi yang dirawat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis pasien periode Januari hingga Desember 2023. Populasi penelitian mencakup pasien anak berusia 1 hingga 18 tahun yang terdiagnosis infeksi. Status gizi ditentukan berdasarkan parameter berat badan terhadap tinggi badan sesuai standar WHO 2006 (usia 1–5 tahun) atau NCHS 2000 (usia >5 tahun), yang dikategorikan menjadi kelompok undernutrition (gizi kurang dan gizi buruk) serta non-undernutrition (gizi baik, gizi lebih, dan obesitas). Analisis data statistik dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney U untuk perbandingan rerata dan uji korelasi Spearman untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil: Dari 180 subjek penelitian dengan rerata usia 7,2 tahun, sebanyak 90 subjek (50%) pasien masuk dalam kategori undernutrition dan 90 subjek (50%) lainnya masuk dalam kategori non-undernutrition. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan kadar albumin serum yang sangat signifikan (p<0,001) antara kedua kelompok, di mana kelompok undernutrition memiliki rerata kadar albumin yang jauh lebih rendah (3,39 ± 0,49 g/dL) dibandingkan kelompok non-undernutrition (4,15 ± 0,59 g/dL). Terdapat korelasi negatif yang bermakna secara statistik dengan kekuatan sedang antara derajat undernutrition dan kadar albumin serum (r = -0,573, p < 0,01). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar albumin serum yang signifikan secara statistik antara kelompok pasien anak undernutrition dengan non-undernutrition. Kelompok undernutrition memiliki rerata kadar albumin yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok non-undernutrition. Terdapat korelasi negatif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara derajat undernutrition dan kadar albumin serum. Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk status gizi seorang anak, maka semakin rendah kadar albumin serumnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Albumin Serum, Status Gizi, Undernutrition, Non-Undernutrition, Penyakit Infeksi, Pediatrik, Hipoalbuminemia |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 06:33 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 06:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57413 |
