ANNYSSA, FIRDHA (2026) EFEK PEMBERIAN ORAL IMMUNE THERAPY TERHADAP KADAR SECRETORY IMMUNOGLOBULIN A (SIgA) SALIVA PADA BAYI PREMATUR SAKIT = THE EFFECT OF ORAL IMMUNE THERAPY ON SALIVARY SECRETORY IMMUNOGLOBULIN A (SIgA) LEVELS IN ILL PRETERM INFANTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C105212014-QRxD5Zyf0uIvnU1b-20260526104016.png
Download (94kB)
C105212014-1-2.pdf
Download (448kB)
C105212014-dp.pdf
Download (243kB)
C105212014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Bayi prematur memiliki sistem imun mukosa yang belum matang, ditandai dengan rendahnya produksi secretory immunoglobulin A (sIgA) endogen sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Oral Immune Therapy (OIT), yaitu pemberian air susu ibu secara orofaringeal, memungkinkan paparan langsung komponen imunologis ASI pada jaringan limfoid orofaring dan berpotensi menstimulasi imunitas mukosa serta meningkatkan sekresi sIgA. Tujuan : Menilai efek pemberian Oral Immune Therapy terhadap kadar secretory immunoglobulin A (sIgA) saliva pada bayi prematur sakit. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis acak terkontrol dengan desain non-blind yang dilakukan di NICU selama periode penelitian (Februari–Agustus 2025). Sebanyak 42 bayi prematur sakit diikutsertakan dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=21) dan kelompok kontrol (n=21). Kelompok intervensi menerima ASI secara orofaringeal sebanyak 0,1–0,2 mL setiap 3 jam selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar tanpa OIT. Kadar sIgA saliva diukur sebelum intervensi (hari ke-1) dan setelah intervensi (hari ke-8) menggunakan metode indirect enzyme immunoassay. Analisis statistik meliputi uji bivariat (uji t berpasangan/Wilcoxon dan uji t tidak berpasangan/Mann-Whitney) serta analisis regresi linier berganda untuk menilai faktor yang memengaruhi perubahan kadar sIgA. Hasil: Pada kelompok intervensi, rerata kadar sIgA meningkat secara bermakna dari 0,86 ± 0,12 mg/dL menjadi 1,89 ± 0,18 mg/dL (p=0,001). Pada kelompok kontrol, perubahan kadar sIgA tidak bermakna (0,87 ± 0,11 mg/dL menjadi 0,89 ± 0,12 mg/dL, p=0,321). Analisis regresi menunjukkan bahwa nutrisi enteral (p=0,104) dan waktu dimulainya gut priming (p=0,340) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan kadar sIgA. Kesimpulan: Oral Immune Therapy secara signifikan meningkatkan kadar secretory immunoglobulin A saliva pada bayi prematur sakit. OIT berpotensi menjadi intervensi imunologis yang sederhana, aman, dan non-invasif dalam mendukung imunitas mukosa dini pada perawatan neonatus prematur.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | oral immune therapy; secretory immunoglobulin A; saliva; bayi prematur; imunitas mukosa; air susu ibu |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 06:29 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57412 |
