HANAFI, ELVIRA (2026) ANALISIS VARIASI ARAH PENYINARAN TEKNIK IMRT (INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY) PADA KANKER PAYUDARA SINISTRA TERHADAP ORGAN SEHAT=ANALYSIS OF BEAM ANGLE VARIATIONS IN INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) FOR LEFT SIDED BREAST CANCER ON ORGAN AT RISK. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H021221025-NjFIa3s5qRkBxlyn-20260312140844.png
Download (92kB)
H021221025-1-2.pdf
Download (647kB)
H021221025-dp.pdf
Download (264kB)
H021221025-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 March 2028.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kanker Payudara sinistra menjadi tantangan yang signifikan dalam radioterapi karena volume target yang dekat dengan organ kritis seperti jantung, paru-paru, dan sumsum tulang belakang. Teknik dalam radioterapi yang sering digunakan untuk perawatan kanker payudara sinistra adalah Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT). IMRT adalah teknik radioterapi canggih yang digunakan untuk meningkatkan kesesuaian dosis dengan PTV dan meminimalkan dosis pada OAR. Salah satu parameter yang mempengaruhi distribusi dosis pada IMRT adalah konfigurasi sudut arah penyinaran. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dosis berdasarkan variasi jumlah arah penyinaran dalam perencanaan IMRT pada kasus kanker payudara sinistra. Metode. Penelitian dilakukan secara studi retrospektif yang melibatkan sepuluh pasien kanker payudara sisi kiri yang direncanakan menggunakan TPS dengan Software Eclipse. Tiga konfigurasi sudut arah penyinaran yang digunakan terdiri dari 7, 8, dan 9 arah penyinaran dengan dosis yang ditetapkan 50 Gy dalam 25 fraksi. Evaluasi dosimetri dilakukan menggunakan analisis Dose Volume Histogram (DVH). Cakupan target dinilai menggunakan PTV95% dan PTV107% serta Conformity Index (CI) dan Homogeneity Index (HI), mengikuti rekomendasi ICRU Report 62. Selain itu, evaluasi dosis pada OAR berdasarkan pedoman QUANTEC diantarannya paru-paru ipsilateral, paru-paru kontralateral, jantung, dan sumsum tulang belakang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konfigurasi penyinaran mencapai cakupan target yang memadai, dengan nilai V95% melebihi 95%. Meningkatkan jumlah arah penyinaran dapat meningkatkan kesesuaian dosis dan mengurangi volume pada OAR. Konfigurasi IMRT 9 arah penyinaran menghasilkan kualitas distribusi dosis yang paling optimal. Hal ini ditandai dengan nilai CI yang mendekati angka ideal yaitu 1,00, serta sebaran dosis pada PTV yang lebih homogen. Selain itu, teknik 9 arah penyinaran terbukti lebih efektif dalam menjaga organ kritis terutama jantung, dengan mengurangi paparan dosis secara nyata pada pasien dengan anatomi yang kompleks. Di sisi lain, dosis pada paru-paru dan sumsum tulang belakang tetap berada dalam batas aman sesuai standar QUANTEC pada seluruh variasi konfigurasi yang diuji. Kesimpulan. Konfigurasi IMRT dengan 9 arah penyinaran memberikan keseimbangan terbaik antara cakupan dosis target dan perlindungan organ sehat pada radioterapi kanker payudara sinistra.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | IMRT; variasi arah penyinaran; kanker payudara sinistra; PTV; organ at risk; DVH. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 04:03 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 04:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57406 |
