Proporsionalitas Peran Notaris dan Tanggung Jawab Pengguna Jasa terhadap Pembukaan Pemblokiran Korporasi = The Proportionality of the Notary's Role and the Responsibility of Service User in the Process of Corporate Unblocking


ARRAHMADANA, ARRAHMADANA (2026) Proporsionalitas Peran Notaris dan Tanggung Jawab Pengguna Jasa terhadap Pembukaan Pemblokiran Korporasi = The Proportionality of the Notary's Role and the Responsibility of Service User in the Process of Corporate Unblocking. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B022231009-3rD7xFUcgkTnuKaB-20260219145428.jpg

Download (263kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B022231009-1-2.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B022231009-dp.pdf

Download (376kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B022231009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK ARRAHMADANA (B022231009). Proporsionalitas Peran Notaris Dan Tanggung Jawab Pengguna Jasa Terhadap Pembukaan Pemblokiran Korporasi Dibimbing oleh WINNER SITORUS sebagai pembimbing. Latar Belakang: Pemblokiran korporasi oleh Ditjen AHU akibat tidak dilaporkannya pemilik manfaat (beneficial owner) menyebabkan terganggunya operasional badan hukum dan menimbulkan ketidakpastian bagi para pihak. Dalam praktiknya, pembukaan pemblokiran saat ini hanya dapat dilakukan melalui notaris sehingga muncul ketidakjelasan batas antara peran notaris dan tanggung jawab pengguna jasa, terutama terkait verifikasi informasi pemilik manfaat dan tugas administrasi pelaporan. Tujuan: Untuk menganalisis proporsionalitas peran notaris dan tanggung jawab pengguna jasa dalam proses pembukaan pemblokiran korporasi, serta menilai efektivitas pengaturan terbaru terkait verifikasi dan pelaporan pemilik manfaat. Metode: Penelitian menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan notaris, pejabat Ditjen AHU, dan perwakilan korporasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen terkait. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil: Penelitian menemukan bahwa pemblokiran korporasi umumnya terjadi akibat rendahnya kepatuhan pelaporan pemilik manfaat dan kurangnya pemahaman korporasi terhadap kewajiban hukum mereka. Notaris masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan kewenangan dalam memverifikasi kebenaran materiil, risiko menerima informasi palsu dari pengguna jasa, serta tugas administratif yang meningkat. Sementara itu, mekanisme penegakan sanksi dan tata cara verifikasi dalam regulasi terbaru belum sepenuhnya efektif dalam menjamin keakuratan data pemilik manfaat. Kesimpulan: Peran dan tanggung jawab antara notaris dan korporasi belum sepenuhnya proporsional, sehingga kepastian hukum dalam proses pembukaan pemblokiran belum optimal. Diperlukan penguatan mekanisme verifikasi, peningkatan transparansi sistem AHU, dan penegasan batas kewenangan notaris agar keseimbangan tanggung jawab dan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak dapat tercapai secara lebih efektif. Kata Kunci: Proporsionalitas, Notaris, Pengguna Jasa, Pemblokiran Korporasi

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Proporsionalitas, Notaris, Pengguna Jasa, Pemblokiran Korporasi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 04 Sep 2026 03:55
Last Modified: 04 Sep 2026 03:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57391

Actions (login required)

View Item
View Item