ANNI, ANNI (2026) PERUBAHAN PROFIL KOAGULASI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU SEBELUM DAN SETELAH TERAPI OBAT ANTITUBERKULOSIS FASE INTENSIF = CHANGES IN COAGULATION PROFILE IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS BEFORE AND AFTER INTENSIVE PHASE OF ANTITUBERCULOSIS DRUGS THERAPY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C185221002-FONhxCHvpI3Be0XP-20260605162921.jpg
Download (381kB)
C185221002-1-2.pdf
Download (482kB)
C185221002-dp.pdf
Download (248kB)
C185221002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 May 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Tuberkulosis paru menimbulkan inflamasi sistemik yang mengganggu hemostasis yang ditandai dengan peningkatan kadar fibrinogen, pemanjangan waktu pembekuan, serta trombositosis reaktif. Meskipun terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) diharapkan dapat menormalkan kelainan-kelainan tersebut, bukti yang tersedia masih terbatas dan tidak konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kadar fibrinogen, prothrombin time (PT), activated partial thromboplastin time (aPTT), dan jumlah trombosit sebelum dan sesudah fase intensif OAT pada pasien TB paru yang terkonfirmasi secara bakteriologis. Metode: Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif yang dilaksanakan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RSUP Dr. Tajuddin Chalid Makassar pada periode Juni hingga Agustus 2025. Parameter koagulasi diukur sebelum inisiasi pengobatan dan dinilai kembali setelah dua bulan terapi fase intensif. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon signed-rank berdasarkan distribusi data. Hasil: Rerata kadar fibrinogen mengalami penurunan yang bermakna dari 406,96 menjadi 362,46 mg/dL (p < 0,001). Nilai PT membaik dari 13,48 menjadi 11,96 detik (p < 0,001), dan aPTT menurun dari 29,83 menjadi 26,83 detik (p = 0,005). Jumlah trombosit menurun dari 421.133/μL menjadi 347.081/μL, meskipun tidak bermakna secara statistik (p = 0,121). Gejala klinis dan gambaran radiologis juga menunjukkan perbaikan, meliputi berkurangnya hemoptisis, peningkatan indeks massa tubuh (IMT) dan penurunan efusi pleura. Kesimpulan: Terapi OAT fase intensif secara bermakna memperbaiki gangguan koagulasi pada TB paru yang tercermin dari penurunan kadar fibrinogen serta normalisasi nilai PT dan aPTT. Meskipun jumlah trombosit mengalami penurunan, perubahan tersebut tidak bermakna secara statistik. Temuan ini mendukung peran OAT dalam membalikkan kondisi hiperkoagulabilitas terkait TB dan menyoroti relevansi klinis pemantauan parameter koagulasi selama masa pengobatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tuberkulosis paru; koagulasi; fibrinogen; prothrombin time; trombosit; obat anti-tuberkulosis; fase intensif |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 02:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57381 |
