NOOR, ANDI MUH. REZA CESARIAN (2026) ANALISIS PERUBAHAN RASIO MONOSIT/LIMFOSIT TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI DAN EFEK SAMPING PADA PASIEN TUBERKULOSIS SENSITIF OBAT = ANALYSIS OF MONOCYTE/LYMPHOCYTE RATIO CHANGES ON THERAPY SUCCESS AND SIDE EFFECTS IN DRUG- SENSITIVE TUBERCULOSIS PATIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C185221001-xI7MBOCTAQvsaEbj-20260605172621.jpg
Download (392kB)
C185221001-1-2.pdf
Download (1MB)
C185221001-dp.pdf
Download (172kB)
C185221001-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 May 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Tuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan global utama, dengan tingkat keberhasilan pengobatan masih belum optimal. Rasio monosit-terhadap-limfosit (MLR) sebagai biomarker potensial dan sederhana untuk memonitor respons pengobatan serta mendeteksi efek samping terkait pengobatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran MLR pada pasien tuberkulosis sensitif obat. Metode: Studi kohort prospektif ini melibatkan 60 pasien tuberkulosis sensitif obat yang baru didiagnosis di Makassar, yang dinilai MLR dan efek sampingnya sebelum dan setelah 2 bulan terapi sesuai rekomendasi WHO. Hasil: Dari 60 pasien tuberkulosis sensitif obat, median MLR berubah dari 0,83 (IQR 0,57– 1,12) sebelum terapi menjadi 0,42 (IQR 0,30–0,61) setelah 2 bulan (p < 0,001), dengan penurunan median sebesar 48,9%, yang mengindikasikan perbaikan inflamasi sistemik. Sebagian besar pasien mencapai konversi sputum (88,3%) dan tidak mengalami efek samping (90,0%). Penurunan MLR yang lebih besar secara signifikan terkait dengan konversi sputum (median 55,6% vs –12,4%; p = 0,001), sedangkan MLR baseline lebih tinggi pada pasien yang berkembang efek samping (1,32 vs 0,79; p = 0,004). Pasien tanpa komorbiditas memiliki penurunan median MLR lebih tinggi (56,2%) dibandingkan dengan yang memiliki komorbiditas (31,4%; p = 0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan MLR selama terapi intensif mencerminkan respons pengobatan, tolerabilitas, dan pengaruh komorbiditas pada pasien tuberkulosis sensitif obat. Kesimpulan: MLR memprediksi respons pengobatan dan efek samping pada tuberkulosis sensitif obat, berkorelasi dengan konversi sputum, komorbiditas, dan risiko hepatotoksisitas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rasio Monosit-terhadap-Limfosit; Tuberkulosis; Terapi Obat Anti-Tuberkulosis; Efek Samping Obat; Komorbiditas. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 00:52 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 00:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57362 |
