INTERAKSI POLIMORFISME I/D GEN ACE DAN G8790A GEN ACE-2 TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA POPULASI WANITA = INTERAKSI POLIMORFISME I/D GEN ACE DAN G8790A GEN ACE-2 TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA POPULASI WANITA


SOETJIPTO, AUDREY SURYANI (2026) INTERAKSI POLIMORFISME I/D GEN ACE DAN G8790A GEN ACE-2 TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA POPULASI WANITA = INTERAKSI POLIMORFISME I/D GEN ACE DAN G8790A GEN ACE-2 TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS LUTUT PADA POPULASI WANITA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C015212009-sSRCkaeJipv5xhPW-20260608135620.jpg

Download (227kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C015212009-1-2.pdf

Download (566kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C015212009-dp.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C015212009-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 June 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang dan Tujuan: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit multifaktorial yang melibatkan jalur biomekanik, metabolik, dan inflamasi. Sistem renin–angiotensin (RAS) telah dibuktikan berperan dalam patogenesis OA. Subjek dengan genotipe DD gen ACE memiliki kadar angiotensin-II (Ang-II) yang tinggi, dilain pihak subjek dengan genotipe GG8790 memiliki kadar angiotensin (1-7) [s(1-7)] yang rendah. Ang-II bersifat proinflamasi dan pro-proliferatif sedangkan Ang(1-7) bersifat anti inflamasi dan anti proproliferatif. Interaksi kedua gen ini terhadap beratnya OA belum banyak diteliti. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 80 perempuan berusia ≥40 tahun dengan OA lutut primer, yang diklasifikasikan menjadi derajat ringan (n=40) dan derajat berat (n=40) berdasarkan sistem penilaian Kellgren–Lawrence (KL). Polimorfisme I/D gen ACE dikelompokkan atas genotipe DD (resiko tinggi) dan ID+II (resiko rendah). Polimorfisme G8790A gen ACE2 dikelompokkan atas genotipe GG (resiko tinggi) dan GA+AA (resiko rendah). Polimorfisme dianalisis secara terpisah maupun dalam model genetik gabungan, yang dikategorikan ke dalam kelompok resiko rendah dan resiko sedangtinggi. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji chi-square atau uji eksak Fisher, disertai perhitungan odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan (IK) 95%. Juga dilakukan analisis berdasarkan status obesitas (obes/IMT≥25kg/m2 dan nonobes/IMT<25 kg/m2). Hasil: Secara terpisah, tidak ditemukan pengaruh polimorfisme I/D gen ACE maupun polimorfisme G8790A gen ACE2 terhadap beratnya OA, namun interaksi polimorfisme I/D gen ACE resiko tinggi (genotipe DD) dan polimorfisme G8790A gen ACE2 resiko tinggi (genotipe GG) berperan terhadap beratnya OA (OR 3,78; IK 95% 1,33–10,7; P=0,02). Efek tersebut bermakna pada subjek dengan obesitas (OR 5,91; IK 95% 1,05–32,8; P=0,03), namun tidak bermakna pada subjek tanpa obesitas (OR 2,42; IK 95% 0,57–10,3; P=0,25). Kesimpulan: Secara terpisah, tidak ditemukan pengaruh polimorfisme I/D gen ACE maupun polimorfisme G8790A gen ACE2 terhadap beratnya OA, namun interaksi polimorfisme gen ACE resiko tinggi (genotipe DD) dan polimorfisme GG8790 gen ACE2 resiko tinggi (genotipe GG) berperan terhadap beratnya OA, utamanya pada subjek obesitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Polimorfisme I/D gen ACE, polimorfisme G8790A ACE2, interaksi gen–gen, osteoartritis lutut, derajat keparahan osteoartritis
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 03 Sep 2026 00:41
Last Modified: 03 Sep 2026 00:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57360

Actions (login required)

View Item
View Item