INKONSISTENSI PENERAPAN CYBERNOTARY DALAM PERSPEKTIF ASAS TABELLIONIS OFFICIUM FIDELITER EXERCEBO = INCONSISTENCY IN THE IMPLEMENTATION OF CYBER NOTARY FROM THE PERSPECTIVE OF THE PRINCIPLE OF TABELLIONIS OFFICIUM FIDELITER EXERCEBO.


AMALIAH, SHINTA NUR (2026) INKONSISTENSI PENERAPAN CYBERNOTARY DALAM PERSPEKTIF ASAS TABELLIONIS OFFICIUM FIDELITER EXERCEBO = INCONSISTENCY IN THE IMPLEMENTATION OF CYBER NOTARY FROM THE PERSPECTIVE OF THE PRINCIPLE OF TABELLIONIS OFFICIUM FIDELITER EXERCEBO. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B022212016-mTaDvftGWpeCwXrU-20260304123045.png

Download (171kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B022212016-1-2.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B022212016-dp.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B022212016-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 August 2028.

Download (946kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi layanan notaris menuju digitalisasi melalui konsep cyber notary. Namun, penerapan cyber notary menimbulkan ketidakkonsistenan dengan asas tabellionis officium fideliter exercebo yang menekankan kehadiran fisik, pembacaan akta langsung, dan verifikasi tatap muka, sehingga menciptakan ketidakpastian hukum terkait kekuatan pembuktian akta elektronik dan keamanan data. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cyber notary terhadap kekuatan dan kepastian hukum akta notaris, serta mengevaluasi inkonsistensi penerapannya dalam perspektif asas tabellionis officium fideliter exercebo. Metode: Penelitian menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan notaris di Kota Makassar, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa cyber notary menimbulkan ketidakpastian hukum karena bertentangan dengan karakteristik konvensional UUJN yang mensyaratkan kehadiran fisik dan dokumen berbasis kertas, serta tidak selaras dengan asas tabellionis officium fideliter exercebo yang mengharuskan kesetiaan jabatan melalui verifikasi langsung. Kekosongan pengaturan teknis keamanan dalam UUJN memperburuk ketidakpastian ini. Kesimpulan: Penerapan cyber notary belum selaras dengan asas tabellionis officium fideliter exercebo. Diperlukan harmonisasi regulasi UUJN dengan UU ITE, penyusunan petunjuk teknis keamanan komprehensif, serta pembentukan lembaga sertifikasi dan pengawasan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: asas tabellionis officium fideliter exercebo; cyber notary; kepastian hukum; akta elektronik.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 31 Aug 2026 06:33
Last Modified: 31 Aug 2026 06:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57353

Actions (login required)

View Item
View Item