JUSLI, JUSLI (2026) Pengaruh Pemberian Vitamin D3 terhadap Ekspresi mRNA Gen Reseptor Vitamin D, Kadar Serum Hepsidin, Besi, dan Ferritin pada Anak dengan Penyakit Ginjal Kronik = The effects of vitamin D3 supplementation on vitamin D receptor mRNA gene expression, serum hepcidin, iron, and ferritin levels in children with chronic kidney disease. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013202008-1Vnp490yDliKAqbf-20260609143547.jpg
Download (63kB)
C013202008-1-2.pdf
Download (1MB)
C013202008-dp.pdf
Download (307kB)
C013202008-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 July 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak merupakan kondisi klinis yang signifikan berhubungan dengan gangguan metabolism mineral dan anemia, yang sebagian besar disebabkan oleh defisiensi vitamin D, peningkatan kadar hepsidin, serta gangguan homeostasis besi. Bukti terkini menunjukan bahwa vitamin D3 dapat memodulasi metabolisme besi melalui regulasi ekspresi mRNA gen reseptor vitamin D (VDR) dan menekan hepsidin, namun bukti klinis pada populasi anak dengan PGK masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin D3 terhadap ekspresi mRNA gen VDR, kadar serum hepsidin, besi dan ferritin pada anak dengan PGK. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain kohort prospektif pada populasi anak PGK yang mendapatkan suplementasi vitamin D3 oral dengan dosis 2000 IU per hari selama 6 minggu. Ekspresi mRNA gen VDR, kadar serum vitamin D, hepsidin, serta parameter status besi (besi serum dan ferritin) diukur sebelum dan setelah intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan RStudio, analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik subjek, analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon signed-rank untuk menilai perbedaan sebelum dan setelah intervensi, serta analisis multivariat menggunakan path analysis dalam kerangka structural equation modelling (SEM) untuk mengevaluasi hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil: Jumlah total subjek penelitian adalah 42 anak, perempuan 23 (58.76%) dan laki-laki 19 (45.24%). Kelompok usia remaja 29 (69.05%), anak 10 (23.81%) dan balita 3 (7.14%). status gizi terbanyak adalah gizi baik 30 (71.43%), gizi kurang 7 (16.67%) dan overweight 5 (11.90%). Subjek terbanyak pada kelompok I (LFG 90 ml/menit/1.73 m2) 22 (52.38%), sedangakan pada kelompok II (LFG < 90 ml/menit/1.73 m2) 20 (47.62%). Etiologi PGK terbanyak lupus nefritis 16 (38.09%), kemudian sindrom nefrotik resisten steroid 9 (21.42%), sindrom nefrotik sensitif steroid 9 (21.42%), repidly progressive glomerulonephritis (RPGN) 3 (7.15%), pielonefritis kronik 3 (7.15%) dan congenital anomaly of the kidney and urinary tract (CAKUT) 2 (4.77%). Pemberian vitamin D3 memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter vitamin D (p<0.001), ekspresi mRNA gen VDR (p<0.001), hepsidin (p<0.001), besi (p<0.001), dan ferritin (p<0.001) pada kedua kelompok I dan II dengan arah perubahan yang menunjukan peningkatan kadar vitamin D, ekspresi mRNA gen VDR, dan kadar besi, serta penurunan kadar hepsidin dan ferritin. Sedangkan, pada analisis sampel gabungan (PGK derajat 1-5) pre- dan post suplementasi vitamin D didapatkan hasil kadar vitamin D meningkat secara bermakna dari median 16.5 ng/mL (4-53 ng/mL) menjadi 29 ng/mL (18-62 ng/mL) (p<0.0001; ES = -1.499, large). Ekspresi mRNA gen VDR meningkat dari 0.05 (0- 62.74) menjadi 3.02 (0.02-119.51) (p<0.0001; ES = -0.33, small). Kadar hepsidin menurun dari 1178.12 ng/mL (38.58-8523.04 ng/mL) menjadi 806.14 ng/mL (0.42- 5496.89 ng/mL) (p<0.0001; ES = 0.742, moderate). Kadar besi serum meningkat dari 50.5 g/L (12-168 g/L) menjadi 93 g/L (20-198 g/L) (p<0.0001; ES = -1.595, large). Sedangkan kadar ferritin menurun dari 213 g/L (78-2000 g/L) menjadi 129.4 g/L (3-2000 g/L) (p<0.0001; ES = 0.527, moderate). Vitamin D3 berperan penting dalam regulasi metabolism besi melalui ekspresi mRNA gen VDR-hepsidin. Efektivitasnya sangat dipengaruhi status gizi, gizi kurang memberikan respon terbaik, gizi baik respon stabil dan overweight respon terhambat oleh inflamasi dan distribusi vitamin D. Vitamin D berperan dalam meningkatkan ekspresi mRNA gen VDR yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan hepsidin dan peningkatan kadar besi pada kelompok laki-laki. Kesimpulan: Suplementasi vitamin D3 dosis 2000 iu selama 6 minggu secara signifikan meningkatkan status vitamin D, meningkatkan ekspresi mRNA gen VDR, menurunkan kadar hepsidin, serta memperbaiki parameter besi pada anak dengan PGK, terutama respon terbaik pada anak dengan status gizi kurang dan kelompok laki-laki. Analisis SEM menunjukan adanya jalur hubungan langsung dan tidak langsung antara vitamin D3 dan metabolisme besi, yang mendukung peran potensial vitamin D3 sebagai strategi terapeutik dalam memperbaiki gangguan metabolisme besi pada anak dengan PGK.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Vitamin D3, Ekspresi mRNA gen VDR, hepsidin, besi, ferritin, penyakit ginjal kronik, anak. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:54 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57338 |
