HANDAYANI, DEWI RATIH (2026) PENGARUH SHOR-CHAIN FATTY ACID (SCFA) TERHADAP INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR -1 (IGF- 1), TRANSFORMING GROWTH FACTOR -β1 (TGF-β1), DAN LEPTIN PADA ANAK STUNTING = THE EFFECT OF SHORT-CHAIN FATTY ACID (SCFA) ON INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR (IGF-1), TRANSFORMING GROWTH FACTOR-β1 (TGF-β1), AND LEPTIN IN CHILDREN WITH STUNTING. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C013211020-6nampXRHdZK8uvQU-20260610212844.jpg
Download (367kB)
C013211020-1-2.pdf
Download (2MB)
C013211020-dp.pdf
Download (344kB)
C013211020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 June 2028.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
DEWI RATIH HANDAYANI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan, profil mikrobiota usus, serta pengaruh SCFA terhadap IGF-1, TGF-β1, dan leptin pada anak stunting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian crosssectional, dengan subjek berjumlah 50 anak berusia 36–60 bulan, yaitu 25 anak pada kelompok stunting dan 25 anak pada kelompok non-stunting di Kabupaten Bandung Barat. Penilaian asupan makanan dilakukan menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Pemeriksaan mikrobiota usus dilakukan dengan teknik sequencing pada gen 16S rRNA; pemeriksaan SCFA menggunakan metode kromatografi gas; sedangkan biomarker pertumbuhan diukur dengan metode ELISA. Analisis data menggunakan uji komparatif, korelasi bivariat, dan analisis jalur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76% anak stunting memiliki tingkat asupan makanan dalam kategori kurang. Komposisi dan diversitas mikrobiota usus tidak berbeda antara kedua kelompok. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada kadar SCFA absolut maupun biomarker pertumbuhan antara kedua kelompok (p > 0,05). Namun, analisis jalur menunjukkan bahwa pada kelompok stunting, asam asetat secara eksklusif memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap TGF-β1 (O = 0,629; nilai t = 4,460; dan nilai p = 0,000) dan leptin (O = 0,595; nilai t = 2,028; dan nilai p = 0,043). Pengaruh SCFA terhadap IGF- 1 tidak mencapai signifikansi statistik. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa TGF-β1 memiliki pengaruh positif terhadap TB/U dengan koefisien jalur (O) = 0,370 dan nilai t = 2,297 (p = 0,022). Kesimpulan: Pada anak stunting, SCFA, khususnya asam asetat, kemungkinan berperan dalam regulasi pertumbuhan melalui jalur imun-metabolik yang dimediasi oleh TGF-β1, bukan melalui jalur IGF-1 Kata Kunci: IGF-1, leptin, SCFA, stunting, TGF-b1
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: IGF-1, leptin, SCFA, stunting, TGF-b1 |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:02 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57296 |
