Hubungan Antara Bakteri pada Batu Empedu Terhadap Jenis Batu Empedu pada Pasien Post Operasi Kolesistektomi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Periode Juli – Desember 2025 = The Relationship Between Gallbladder Bacteria and Gallstone Types in Post-Cholecystectomy Patients at Wahidin Sudirohusodo Central General Hospital for the Period of July – December 2025"


ROMBETASIK, MATSRIAL PUTRA (2026) Hubungan Antara Bakteri pada Batu Empedu Terhadap Jenis Batu Empedu pada Pasien Post Operasi Kolesistektomi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Periode Juli – Desember 2025 = The Relationship Between Gallbladder Bacteria and Gallstone Types in Post-Cholecystectomy Patients at Wahidin Sudirohusodo Central General Hospital for the Period of July – December 2025". Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C045221001-80CSRNYyUqJhH42Z-20260610205659.png

Download (109kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C045221001-1-2.pdf

Download (481kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C045221001-dp.pdf

Download (411kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C045221001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penyakit batu empedu merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh faktor metabolik, hormonal, dan infeksi. Bukti yang semakin berkembang menunjukkan bahwa mikrobiota bilier dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu empedu; namun, hubungan antara kolonisasi bakteri dan komposisi batu masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik demografis, jenis batu empedu, profil kultur bakteri, serta hubungan di antaranya pada pasien yang menjalani kolesistektomi. Metode: Penelitian potong lintang retrospektif dilakukan pada pasien kolelitiasis yang menjalani kolesistektomi. Batu empedu diklasifikasikan berdasarkan karakteristik makroskopis. Kultur bakteri dilakukan menggunakan metode mikrobiologi konvensional. Variabel demografis, komorbid metabolik, jumlah leukosit, jenis batu empedu, dan hasil kultur dianalisis untuk menentukan kemungkinan hubungan antarvariabel. Hasil: Sebagian besar pasien adalah perempuan usia paruh baya dengan faktor risiko metabolik. Batu kolesterol merupakan jenis yang paling dominan, diikuti oleh batu pigmen dan batu campuran. Kolonisasi bakteri ditemukan pada sebagian besar sampel, dengan Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, dan Enterococcus faecalis sebagai mikroorganisme yang paling sering diisolasi. Meskipun bakteri Gram-negatif lebih dominan, tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara spesies bakteri tertentu dengan jenis batu empedu. Usia yang lebih tua berhubungan dengan kemungkinan kultur bakteri positif yang lebih tinggi, sedangkan indeks massa tubuh dan jumlah leukosit tidak menunjukkan korelasi yang bermakna dengan komposisi batu. Kesimpulan: Pembentukan batu empedu pada kohort ini tampaknya terutama dipengaruhi oleh faktor metabolik, sementara kolonisasi bakteri mungkin berperan sebagai faktor kontribusi namun bukan faktor penentu utama. Tidak adanya hubungan langsung antara spesies bakteri dan jenis batu mendukung sifat multifaktorial dari patogenesis batu empedu. Penelitian multisenter lebih lanjut yang melibatkan analisis mikrobioma molekuler diperlukan untuk memperjelas peran mikroorganisme bilier pada penyakit batu empedu. Kata kunci: Penyakit batu empedu; Kolelitiasis; Komposisi batu empedu; Mikrobiota bilier; Kolonisasi bakteri; Batu kolesterol

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penyakit batu empedu; Kolelitiasis; Komposisi batu empedu; Mikrobiota bilier; Kolonisasi bakteri; Batu kolesterol
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Aug 2026 01:41
Last Modified: 27 Aug 2026 01:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57294

Actions (login required)

View Item
View Item