Efektivitas Tamsulosin 0,2 Mg Terhadap Inflamasi Kandung Kemih Dan Gejala Stent-Related Symptoms (SRS) Pasca Pemasangan Stent Ureter = Effectiveness of Tamsulosin 0.2 mg on Bladder Inflammation and Stent-Related Symptoms Following Ureteral Stent Placement


TIKU, SUDARMAN ARUNG (2026) Efektivitas Tamsulosin 0,2 Mg Terhadap Inflamasi Kandung Kemih Dan Gejala Stent-Related Symptoms (SRS) Pasca Pemasangan Stent Ureter = Effectiveness of Tamsulosin 0.2 mg on Bladder Inflammation and Stent-Related Symptoms Following Ureteral Stent Placement. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
C045221012-NMj6VhdOz8bgylne-20260610123908.png

Download (312kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C045221012-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C045221012-dp.pdf

Download (98kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C045221012-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 April 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan : Pemasangan stent ureter umum dilakukan untuk mempertahankan drainase urin pada pasien dengan obstruksi ureter atau setelah prosedur endourologi. Namun, pemasangan stent sering menimbulkan stent-related symptoms (SRS), termasuk gejala saluran kemih bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS) dan penurunan kualitas hidup yang berhubungan dengan inflamasi kandung kemih. Tamsulosin diduga dapat mengurangi gejala tersebut dengan menurunkan spasme otot polos ureter dan iritasi kandung kemih. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas tamsulosin 0,2 mg dalam menurunkan inflamasi kandung kemih dan gejala terkait stent ureter setelah pemasangan stent ureter. Metode : Uji acak terkontrol dilakukan pada 39 pasien yang menjalani pemasangan stent ureter pada tiga rumah sakit tersier di Makassar, Indonesia. Pasien dibagi secara acak menjadi dua kelompok: tamsulosin 0,2 mg (n=22) dan plasebo (n=17) selama 6 minggu. Inflamasi kandung kemih dinilai melalui pemeriksaan histopatologi sebelum dan sesudah pemasangan stent, dengan derajat inflamasi dari 0 hingga 4. Gejala terkait stent dievaluasi menggunakan Ureteral Stent Symptoms Questionnaire (USSQ). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney dan uji komparatif berpasangan dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil : Inflamasi histopatologi pascapemasangan stent secara signifikan lebih rendah pada kelompok tamsulosin dibandingkan dengan kelompok plasebo (mean rank 13,98 vs 27,79; p<0,0001). Kelompok plasebo menunjukkan perburukan inflamasi, sedangkan kelompok tamsulosin menunjukkan perbaikan yang bermakna. Skor gejala urinari USSQ juga secara signifikan lebih rendah pada kelompok tamsulosin (mean rank 13,18 vs 28,82; p<0,0001), yang menunjukkan kontrol gejala yang lebih baik dan peningkatan kualitas hidup. Kesimpulan. Tamsulosin 0,2 mg efektif dalam mengurangi inflamasi kandung kemih dan memperbaiki LUTS pada pasien setelah pemasangan stent ureter, sehingga mendukung penggunaannya sebagai terapi adjuvan dalam penatalaksanaan gejala terkait stent ureter.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: tamsulosin, stent ureter, inflamasi kandung kemih, gejala terkait stent, USSQ, gejala saluran kemih bawah.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Aug 2026 00:57
Last Modified: 27 Aug 2026 00:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57282

Actions (login required)

View Item
View Item