KETERLIBATAN MULTISEKTORAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA=LOCAL WISDOM-BASED MULTISECTORAL INVOLVEMENT IN TUBERCULOSIS TREATMENT COMPLIANCE IN KUTAI KARTANEGARA DISTRICT


WIDYARTO, WIDYARTO (2026) KETERLIBATAN MULTISEKTORAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA=LOCAL WISDOM-BASED MULTISECTORAL INVOLVEMENT IN TUBERCULOSIS TREATMENT COMPLIANCE IN KUTAI KARTANEGARA DISTRICT. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
K013201001-UPmeGiDSgCuxbVW7-20260609222813.jpg

Download (85kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
K013201001-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
K013201001-dp.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
K013201001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 June 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Keterlibatan Multisektoral Berbasis Kearifan Lokal Dalam Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis Di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Dibimbing Sukri Palutturi dan Ridwan A) Latar Belakang. Kepatuhan pengobatan tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, di mana faktor sosial dan budaya memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan terapi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nilai budaya, karakteristik sosial-budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pendekatan multisektoral terhadap kepatuhan pengobatan TB . Metode. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan interpretive descriptive. Data kuantitatif dikumpulkan dari responden pasien TB di Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan antarvariabel laten. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan analisis tematik menggunakan NVivo untuk memperkuat dan menjelaskan hasil kuantitatif. Validitas hasil diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi faktor terkuat dalam memperkuat pendekatan multisektoral (β = 0,481; p = 0,001), yang selanjutnya meningkatkan kepatuhan pengobatan TB (β = 0,338; p = 0,041). Sebaliknya, nilai budaya tertentu berpengaruh negatif terhadap kepatuhan karena masih adanya ketidaksesuaian dengan prinsip biomedis. Temuan kualitatif menegaskan peran tokoh adat, tokoh masyarakat, dan nilai gotong royong sebagai penghubung budaya yang mampu mengurangi stigma dan memperkuat dukungan sosial pasien. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan model pengendalian TB berbasis kearifan lokal dan multisektoral yang mengintegrasikan nilai budaya, pemberdayaan masyarakat, tokoh adat, dan koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan secara kontekstual dan berkelanjutan. Diskusi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kepatuhan pengobatan TB dipengaruhi oleh sinergi antara pemberdayaan masyarakat, koordinasi multisektoral, dan integrasi nilai budaya lokal ke dalam strategi intervensi yang peka terhadap konteks sosial dan budaya daerah. Kata Kunci: tuberkulosis; kepatuhan pengobatan; pemberdayaan masyarakat; pendekatan multisektoral; stigma; kearifan lokal

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: tuberkulosis; kepatuhan pengobatan; pemberdayaan masyarakat; pendekatan multisektoral; stigma; kearifan lokal
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 26 Aug 2026 05:20
Last Modified: 26 Aug 2026 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57260

Actions (login required)

View Item
View Item