ARIL, SAHRUL (2026) Eksplorasi Sumber Stres dan Coping Stress Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa Provinsi Sulawesi Selatan=Exploration of Stress Sources and Stress Coping Mechanisms among Inmates at the Class IIA Narcotics Correctional Facility, Sungguminasa, South Sulawesi Province. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221235-MrfHhiwTmXpg3QxO-20260525103919.jpg
Download (314kB)
K011221235-1-2.pdf
Download (301kB)
K011221235-dp.pdf
Download (277kB)
K011221235-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 29 April 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Gangguan kesehatan mental menjadi masalah kronis di lembaga pemasyarakatan dengan prevalensi depresi yang melampaui populasi umum. Indonesia menghadapi tantangan besar karena kesenjangan layanan jiwa hingga mencapai 90%. Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mengalami krisis kelebihan kapasitas ekstrem (overcapacity), menghuni 730 orang dari kapasitas ideal 360 jiwa pada November 2025. Kondisi ini menciptakan lingkungan restriktif yang memicu tekanan psikologis berat bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam pengalaman subjektif WBP terkait sumber stres selama masa pembinaan, mengidentifikasi strategi coping stress yang diterapkan, serta memahami penafsiran mereka terhadap efektivitas strategi tersebut. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan utama dipilih berdasarkan skor stres tinggi pada Perceived Stress Scale (PSS) dan indikasi gangguan mental emosional pada Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi sumber dari informan pendukung. Hasil: Sumber stres utama WBP bersumber dari faktor lingkungan lapas, faktor keluarga, program pembinaan dan sistem kebijakan, serta lingkungan sosial. Strategi coping yang digunakan meliputi Emotion-Focused Coping (EFC) melalui aktivitas spiritual dan Problem-Focused Coping (PFC) melalui partisipasi program kemandirian. Ditemukan pula coping maladaptif seperti melamun berlebihan dan merokok yang hanya memberikan ketenangan semu. Kesimpulan: Manajemen stres yang efektif sangat bergantung pada ketepatan strategi koping adaptif serta dukungan institusional melalui program produktif untuk memitigasi degradasi mental dan mendukung reintegrasi sosial. Lapas perlu mengoptimalkan program kemandirian berbasis PFC, serta diharapkan adanya sinergi antara WBP dan keluarga guna menjaga stabilitas mental.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sumber Stres; Coping Stress; Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:28 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57255 |
