WONGSO, WINNIE (2026) Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Matinya Korban (Studi Putusan Nomor 78/Pid.Sus/2024/ Pn Mkd) = Legal Review of Domestic Violence Crimes Resulting in the Death of the Victim (Study of Decision Number 78/Pid.Sus/2024/Pn Mkd). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011221105-aKMmjinSN4WvFPwE-20260505181209.jpeg
Download (143kB)
B011221105-1-2.pdf
Download (875kB)
B011221105-dp.pdf
Download (212kB)
B011221105-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
WINNIE WONGSO (B011221105).Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Matinya Korban (Studi Putusan Nomor 78/Pid.Sus/2024/Pn.Mkd). Dibimbing oleh Nur Azisa sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian korban serta ketidaktepatan penerapan hukum antara Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.Kondisi ini menunjukkan perlunya analisis terhadap pengaturan dan penerapan hukum pidana guna menjamin kepastian hukum.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah pengaturan hukum mengenai tindak pidana kekerasan fisik yang mengakibatkan mati dalam rumah tangga berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta menganalisis penerapan hukum pidana dalam kasus tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan relevansinya dengan Putusan Pengadilan Nomor 78/Pid.Sus/2024/Pn Mkd. Metode: Tipe penelitian yang digunakan yakni metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder yang pada akhirnya akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif-normatif.Hasil:Penelitian menunjukkan bahwa (1) Kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian dapat dijerat berdasarkan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Pasal 44 ayat (3) atau berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (misalnya Pasal 338/340), termasuk bukti yang ada dan pertimbangan jaksa penuntut umum atau hakim; (2) Penulis menilai bahwa pengaturan hukum terhadap tindak pidana kekerasan fisik yang mengakibatkan kematian dalam rumah tangga, baik dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga maupun Kitab Hukum Pidana masih perlu diperkuat terutama dalam aspek penerapan pasal,guna menjamin kepastian hukum.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan kekerasan fisik dalam rumah tangga yang mengakibatkan kematian diatur dalam Undang-Undang PKDRT sebagai lex specialis dan KUHP sebagai lex generalis,jika terdapat unsur kesengajaan menghilangkan nyawa,lebih tepat diterapkan ketentuan pembunuhan dalam KUHP. Kata Kunci:kekerasan fisik,kematian dalam rumah tangga,penerapan hukum pidana
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekerasan Fisik, Kematian dalam rumah tangga, Penerapan hukum pidana |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:27 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57199 |
