MURSID, JULYA ZHALSABILA (2026) Hubungan Biopsikososial dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Tamalate di Kota Makassar=The Correlation Between Biopsychosocial Factors and Quality of Life Among Patients with Diabetes Mellitus in the Working Area of Tamalate Public Health Center, Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221010-UMQB9ZHyukgdqJjL-20260429111339.jpeg
Download (385kB)
K011221010-1-2.pdf
Download (207kB)
K011221010-dp.pdf
Download (78kB)
K011221010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 April 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kualitas hidup merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pengelolaan penyakit kronis pada pasien diabetes melitus kualitas hidup pasien Diabetes Melitus (DM) dipengaruhi oleh berbagai faktor bi- opsikososial, seperti outcome klinis, stres, anxiety, pekerjaan, dan dukungan keluarga. Pengelolaan DM yang tidak optimal dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan. untuk mengetahui hubungan faktor biopsikososial (outcome klinis, stres, anxiety, pekerjaan, dan dukungan keluarga) dengan kualitas hidup pasien DM di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 79 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk mengukur stres, kecemasan, dukungan keluarga, dan kualitas hidup, serta pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) untuk menilai outcome klinis pasien. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dan fisher. Hasil. penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas hidup pasien DM di wilayah Puskesmas Tamalate masih bervariasi, dengan sebagian responden memiliki kualitas hidup yang baik dan kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres (p<0,04) dan dukungan keluarga (p<0,018) dengan kualitas hidup pasien DM. Sementara itu, outcome klinis (p=0,656), anxiety (p=0,537), dan pekerjaan (p=0,577) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara stres dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM. Semakin tinggi stres maka kualitas hidup pasien cenderung menurun, sedangkan semakin baik dukungan keluarga yang diterima maka semakin baik pula kualitas hidup pasien. Karena itu, disarankan agar pelayanan kesehatan lebih memperhatikan aspek psikologis dan sosial pasien melalui pengelolaan stres dan peningkatan keterlibatan keluarga dalam perawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Tamalate.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes melitus1, Kualitas hidup2, Biopsikososial3, Outcome klinis4, Stres5, Anxiety6, dukungan keluarga7. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 06:02 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 06:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57185 |
