AISYAH, FASYA NUR (2026) Hubungan Shift Kerja dan Beban Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Porter PT Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Tahun 2026=The Relationship between Work Shifts and Workload on Job Fatigue in Porter Workers at PT Gapura Angkasa, Sultan Hasanuddin International Airport, Makassar, in 2026. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211229-JRz6dFNyITQubCpS-20260508151906.jpg
Download (363kB)
K011211229-1-2.pdf
Download (463kB)
K011211229-dp.pdf
Download (263kB)
K011211229-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 April 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kelelahan kerja merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pekerja dengan tuntutan fisik tinggi dan berpotensi menurunkan kinerja. Kondisi ini juga dialami oleh pekerja bandar udara, khususnya porter, yang mengandalkan kemampuan fisik dalam melakukan aktivitas loading dan unloading bagasi penumpang secara manual. Tingginya aktivitas transportasi udara meningkatkan intensitas pekerjaan, sehingga pekerja porter berisiko mengalami kelelahan akibat tingginya beban kerja. Tujuan. Menganalisis hubungan shift kerja, beban kerja mental, beban kerja fisik, umur, dan postur kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja porter PT Gapura Angkasa di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar tahun 2026. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada September–Oktober 2025 di PT Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Populasi dan sampel yaitu seluruh pekerja porter yang bertugas di PT Gapura Angkasa yang berjumlah 82 responden dengan teknik exhaustive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan instrumen kuesioner IFRC, NASA-TLX, serta alat oximeter. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui analisis univariat dan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,5% responden mengalami kelelahan kerja, sedangkan 41,5% tidak mengalami kelelahan kerja. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara shift kerja (p=0,012), beban kerja mental (p=0,016), dan beban kerja fisik (p=0,024) dengan kelelahan kerja, sedangkan umur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,771). Hasil Penilaian postur kerja menunjukkan bahwa seluruh pekerja berada dalam postur kerja yang tidak ergonomis. Kesimpulan. Shift kerja, beban kerja mental, dan beban kerja fisik memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja pada porter, sedangkan umur tidak berhubungan. Oleh karena itu, pekerja perlu mengatur ritme kerja dan waktu istirahat secara berkala, serta perusahaan disarankan menyelenggarakan pelatihan ergonomi dan mengatur rotasi tugas serta distribusi beban kerja secara adil.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | porter; kelelahan kerja; beban kerja; shift kerja; postur kerja; umur |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:36 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57182 |
