SEPTIANI, MIGUSVIRA DWI (2026) HUBUNGAN FAKTOR MATERNAL DENGAN KEKAMBUHAN WAMATERNAL FACTORS ASSOCIATED WITH WASTING RECURRENCE AMONG CHILDREN AGED 6-59 MONTHS IN MAROS REGENCYSTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI KABUPATEN MAROS=. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K042242008-dXUlNxzybS5PfqKQ-20260430125126.png
Download (220kB)
K042242008-1-2.pdf
Download (560kB)
K042242008-dp.pdf
Download (189kB)
K042242008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 April 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MIGUSVIRA DWI SEPTIANI. Hubungan Faktor Maternal dengan Kekambuhan Wasting pada Balita Usia 6-59 Bulan di Kabupaten Maros (dibimbing oleh Anna Khuzaimah dan Citrakesumasari). Latar belakang. Malnutrisi akut pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas anak. Kejadian kekambuhan wasting mencapai 37,5%, jauh di atas target global prevalensi wasting <5%, dan berkontribusi terhadap persistennya beban wasting. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kejadian stunting hingga tiga kali lipat, sehingga berpotensi mengganggu capaian target penurunan stunting. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor maternal yang berhubungan terhadap wasting berulang pada anak usia 6–59 bulan di Kabupaten Maros. Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan pada tahun 2025 di Puskesmas Mandai dan Turikale, Kabupaten Maros, dengan mengikutsertakan 250 ibu yang memiliki balita dengan riwayat wasting, dipilih secara purposive sampling. Variabel dependen adalah kekambuhan wasting, sedangkan variabel independen meliputi faktor maternal. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk menganalisis faktor maternal, sedangkan data sekuder diperoleh dari pelaporan program gizi di puskesmas (e-PPGBM) untuk mengidentifikasi riwayat status kekambuhan balita. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil. Prevalensi kekambuhan wasting sebesar 26,8%. Pendidikan ibu (p <0,001), pola asuh (p = 0,001), status gizi ibu (p <0,001), kecemasan ibu (p <0,001), dan pendapatan keluarga (p = 0,003) berhubungan signifikan terhadap kekambuhan wasting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi ibu berisiko (AOR 0,140; 95% CI: 0,069–0,283; p <0,001), kecemasan ibu (AOR = 0,062; 95% CI: 0,007–0,593; p = 0,016), dan pola asuh (AOR = 0,303; 95% CI: 0,099–0,926; p = 0,036), sebagai faktor paling berhubungan dengan kekambuhan wasting. Kesimpulan. Faktor maternal yang memengaruhi kekambuhan wasting meliputi status gizi ibu, kecemasan ibu, dan pola asuh. Strategi pencegahan perlu mengintegrasikan program gizi berkelanjutan yang disertai monitoring dan evaluasi sistematis, serta fokus pada perbaikan status gizi ibu, dukungan kesehatan mental, dan penguatan praktik pengasuhan di tingkat rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: kekambuhan wasting; faktor maternal; status gizi ibu, kecemasan; pola asuh |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 05:35 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 05:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57181 |
