ARTIKA, SARI RAJWANI (2028) ANALISIS PERBANDINGAN METODE FIVE REPETITION SIT-TO-STAND TEST DAN 30-SECOND CHAIR STAND TEST DALAM MENGUJI KEKUATAN MOTORIK EKSTREMITAS BAWAH DAN FUNGSI KESEIMBANGAN PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KOTA MAKASSAR = A COMPARATIVE STUDY OF THE FIVE-REPETITION SIT-TO-STAND TEST AND THE 30-SECOND SIT-TO-STAND TEST TO ASSESS MOTORIC STRENGTH OF LOWER EXTREMITIES AND BALANCE FUNCTION IN ELDERLY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C215212002-dNI3XFArzgPMpQ8t-20260213102548.jpg
Download (343kB)
C215212002-1-2.pdf
Download (591kB)
C215212002-dp.pdf
Download (1MB)
C215212002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Bertambahnya populasi lansia selaras dengan peningkatan masalah kesehatan terkait penambahan usia yang berujung penurunan kapasitas fungsional. Kapasitas fungsional memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan motorik dan fungsi keseimbangan. Fungsi-fungsi tersebut sulit dilakukan pada praktik klinis karena keterbatasan sumber daya. Sehingga, diperlukan pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan sit-to-stand (STS) yang mudah dilakukan, minim risiko, dan memerlukan peralatan yang sederhana. Metode pemeriksaan STS sangat berkembang, namun belum ada standar baku untuk penerapan metode yang dianjurkan penggunaannya. Belum banyak pula penelitian yang menilai korelasi antara pemeriksaan STS dengan kekuatan motorik anggota gerak bawah dan fungsi keseimbangan pada lansia. Tujuan: Untuk membandingkan metode five repetition sit-to-stand (FRSTS) dan 30 second chair stand test (30sCST) dalam menguji kekuatan motorik anggota ekstremitas bawah dan fungsi keseimbangan pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan cross sectional study dengan melibatkan 83 lansia. Penelitian akan dilaksanakan pada Maret 2024 sampai dengan Desember 2024. Pelaksanaan penelitian meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan uji fungsi yaitu berg balance scale (BBS), FRSTS, 30sCST, dan maximum voluntary contraction ekstremitas bawah. Keluaran penelitian akan berupa korelasi antara metode STS dan fungsi keseimbangan serta kekuatan motorik ekstremitas bawah. Hasil: Kedua metode STS menunjukkan korelasi lemah namun signifikan dengan beberapa kelompok otot tungkai bawah. 30sCST berkorelasi dengan lebih banyak kelompok otot dibandingkan FRSTS. Kedua metode berkorelasi dengan keseimbangan dinamis, tetapi hanya FRSTS yang berkorelasi dengan total skor BBS. Nilai cut-off untuk kekuatan otot pada FRSTS adalah 11.99 detik dan pada 30sCST adalah 13.5 repetisi. Kesimpulan: 30sCST dan FRSTS berkorelasi lemah dan signifikan dengan kekuatan otot dan keseimbangan dinamis pada lansia komunitas. 30sCST berkorelasi dengan lebih banyak kelompok otot, kemungkinan karena melibatkan komponen daya tahan otot. Hasil ini dapat menjadi acuan untuk penggunaan pemeriksaan fungsional STS pada lansia di Makassar
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sit-to-stand test, lansia, fungsi keseimbangan, kekuatan motorik |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:18 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57167 |
