PERBANDINGAN EFEK LATIHAN RESISTENSI LENGAN BAWAH INTENSITAS RENDAH DAN INTENSITAS SEDANG TERHADAP MATURASI FISTULA ARTERIOVENA PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL STADIUM AKHIR=Comparison Of Low-Intensity And Moderate-Intensity Forearm Resistance Training On Arteriovenous Fistula Maturation In Patients With End-Stage Renal Disease


HIDAYAT, M. SYAIROZI (2026) PERBANDINGAN EFEK LATIHAN RESISTENSI LENGAN BAWAH INTENSITAS RENDAH DAN INTENSITAS SEDANG TERHADAP MATURASI FISTULA ARTERIOVENA PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL STADIUM AKHIR=Comparison Of Low-Intensity And Moderate-Intensity Forearm Resistance Training On Arteriovenous Fistula Maturation In Patients With End-Stage Renal Disease. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C215212001-BSdjYxfgNE54u9iC-20260212111653.jpg

Download (263kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C215212001-1-2.pdf

Download (929kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C215212001-dp.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C215212001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 January 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Angka penderita terus meningkat setiap tahunnya, dan diprediksi akan mencapai 2 juta penderita End Stage Renal Disesase (ESRD) pada tahun 2030 di seluruh dunia. Hemodialisis menjadi salah satu terapi pilihan utama pada pasien ESRD. Salah satu akses vaskuler yang menjadi pilihan utama untuk hemodialisis jangka panjang adalah Fistula Arteriovena (AVF). Setelah menjalani operasi Ateriovenous Shunt, dibutuhkan waktu sekitar 6-12 minggu untuk dikatakan matur dan siap digunakan. Namun, angka kegagalan AVF ini cukup tinggi mencapai 20-50%. Latihan fisik berupa latihan resistensi terbukti dapat mempercepat dan menurunkan angka kegagalan maturasi pada AVF. Hingga saat ini belum ada rekomendasi intensitas yang ideal dalam memberikan latihan resistensi pada pasien dengan PGK yang menerima pemasangan AVF. Tujuan: Untuk melihat perbandingan tingkat maturasi AVF pada pasien yang menjalani latihan resistensi intensitas rendah dan latihan resistensi intensitas menengah Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain longitudinal prospektif. Penelitian ini akan dilakukan pada sekitar 28 sampel penelitian yang telah menjalani operasi pembentukan AVF yang dilaksanakan pada bulan September -Oktober 2023. Subjek penelitian akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok latihan resistensi lengan bawah intensitas rendah (20% MVIC) dan latihan resistensi intensitas sedang (50% MVIC). Data hasil USG doppler berupa diameter vena, laju aliran darah, dan jarak vena ke kulit sebagai parameter maturasi AVF, akan di ambil sebelum dan setelah 4 minggu intervensi latihan. Data yang didapat kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat perbandingan antar kelompok, sebelum, dan setelah intervensi. Hasil: Penelitian memiliki subjek berjumlah 28 pasien dengan median usia adalah 54,5 (49-62) tahun untuk kelompok latihan intensitas rendah dan 52,5 (19-67) tahun untuk kelompok latihan intensitas sedang. Rerata IMT masing- masing kelompok intensitas rendah dan sedang adalah 23,38± 2,51 kg/m2 dan 24,36±2,49 kg/m2. Dari semua variabel karakteristik, tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (nilai p>0,05). Terdapat peningkatan untuk diameter vena dan volume aliran darah vena serta penurunan kedalaman vena sebelum dan sesudah menjalani latihan resistensi dengan intensitas rendah dan sedang yang signifikan (nilai p<0,05). Kelompok latihan resistensi intensitas sedang mengalami peningkatan volume aliran darah vena yang lebih tinggi yaitu 611,27±144,70 mL/menit dibandingkan kelompok intensitas rendah yang hanya 587,60±101,44 mL/menit. Median Δ diameter vena pada kelompok intensitas sedang lebih tinggi (2,8 mm) dibandingkan kelompok intensitas rendah (2,1 mm). Hasil uji beda selisih juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna Δ diameter vena, Δ kedalaman vena dan Δ volume aliran darah vena antara kelompok subjek dengan latihan resistensi intensitas rendah dan sedang (p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan efek sebelum dan sesudah latihan intensitas rendah terhadap diameter vena, kedalaman vena dan volume aliran darah pada pasien penyakit ginjal stadium akhir. Terdapat perbedaan efek sebelum dan sesudah latihan intensitas sedang terhadap diameter vena, kedalaman vena dan volume aliran darah pada pasien penyakit ginjal stadium akhir. Namun tidak ditemukan perbedaan efek latihan intensitas rendah dan intensitas menengah terhadap diameter vena, kedalaman vena, dan volume aliran darah pada pasien penyakit ginjal stadium akhir. Tidak terdapat perbedaan efek latihan intensitas rendah dan intensitas menengah terhadap maturasi fistula arteriovena pada pasien penyakit stadium akhir.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Penyakit Ginjal Kronik, Fistula Arteriovena, Latihan Resistensi
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:14
Last Modified: 24 Aug 2026 03:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57166

Actions (login required)

View Item
View Item